Wednesday, August 7, 2013

Puasa med-sos, Manajerial Waktu, dan Tugas Akhir

0

Assalamu'alaikum warohmatullah,
ahaha, udah lama rasanya ga buat tulisan di blog ini. Tulisan lho ya, bukan sekedar nge-post. :-D
Post terakhir saya yang berupa tulisan dibuat pada 16 Maret 2013, dan saat saya menulis post ini kalendar menunjukkan tanggal 7 Agustus 2013 (H-1 Idul Fitri, hoho). Artinya, ada kekosongan post sekitar 4 bulan. Wew, lama juga ternyata.

Selama berhenti membuat post blog tersebut, saya ber-'uzlah' dari blogging untuk menyelesaikan tugas akhir. Tekad saya saat itu, tidak membuat blog-post sampai penelitian tugas akhir plus skripsi dan urusan wisuda lainnya selesai. Facebook dan twitter saya juga sempat off, meski akhirnya terpaksa harus diaktifkan lagi karena banyak informasi yang disampaikan di dua med-sos tersebut. Akun saya di jejaring Plurk juga sempat saya titipkan ke Mbak Endah untuk diganti passwordnya agar saya tidak bisa log-in. 'Puasa' media sosial internet ini saya lakukan agar waktu berselancar dunia maya saya bisa dikurangi sehingga bisa dialokasikan untuk kegiatan lain yang mendukung penelitian. Hmmm.. yang saya lakukan ini mungkin dinilai lebay alias berlebih-lebihan bagi sebagian orang, tapi percayalah, ini efektif buat saya. Karena dari 24 jam yang Allah ta'ala pinjamkan saat itu kepada saya, hanya waktu internetan saya yang memungkinkan untuk dikurangi. Waktu mengerjakan tugas akhir saya di lab fix, sekitar 10 jam total dalam sehari. Waktu kuliah saya juga fix, ga bisa diganggu gugat tentu. Waktu tidur udah sedikit, saya tidur se-ketidurannya saat itu. Waktu ibadah gak bisa diotak-atik, karena ini kewajiban dan sunnah adalah kebutuhan. Waktu ketemu manusia buat saya udah termasuk refreshing, jadi ketemu teman satu lab, teman panitia MTQ, dan teman kost adalah kebutuhan, hehe. Jadi, saya menilai waktu internetan saya yang masih bisa 'dikorbankan'.

Waktu untuk internetan saya sendiri sebetulnya berdasarkan tujuan akses terbagi jadi tiga: untuk belajar, untuk wawasan, dan untuk hiburan (termasuk keep-contact sama teman-teman di dunia maya). Nah, waktu internetan yang ketiga saya alihkan untuk memelajari paper pendukung selama mengerjakan tugas akhir. Hasilnya? Alhamdulillah, atas rahmat dan pertolongan Allah ta'ala, tugas akhir-skripsi-sidang sarjana-urusan wisuda saya sudah selesai akhir Juni 2013. Yupp, atas izin Allah subhanahu wa ta'ala, saya di wisuda sebagai sarjana Teknik Metalurgi dari ITB pada Juli 2013.

Jadi, buat siapapun yang membaca tulisan ini dan merasa kekurangan waktu, apa yang saya lakukan ini semoga bisa menginspirasi. Karena waktu yang Allah pinjamkan kepada kita setiap harinya dan setiap orang sama: 24 Jam. Saat merasa kurang waktu, maka bukan waktu sehari yang diperpanjang, tapi alokasi (peruntukan dan penggunaan) waktu tersebut yang perlu kita atur.

Tapi, tahu apa yang lebih penting dari manajerial waktu ini? Do'a dan sedekah. Ya, berdo'a, memohonlah kepada Allah tanpa putus untuk kemudahan segala urusan, karena Allah lah yang memiliki dan menguasai segalanya, termasuk urusan waktu ini. Lelah pasti terasa, tapi mendekati Allah, kita tak pernah kecewa :). Bersedekahlah, dengan apapun yang kita mampu dan bermanfaat, karena sedekah kita itu bisa jadi sangat meringankan urusan orang lain. Bukankah, Allah akan meringankan urusan seseorang yang meringankan urusan saudaranya?
^^
Assalamu'alaikum warohmatullah

Wednesday, July 24, 2013

senyum

0

aku kadang tersenyum, karena aku bahagia. Karena sulitnya menutupi kebahagiaan tanpa dibagi. Seperti hari itu, hari dimana orang-orang banyak melantunkan surat Al-Kahfi, ketika berita itu sampai dan... semua terasa bersinar.

aku kadang tersenyum, untuk mengisi kebingungan. Karena aku tak tahu apalagi yang bisa diekspresikan selain senyum, mungkin ini yang termudah saat bingung tak punya bahan pembicaraan. Seperti hari itu, hari dimana pria yang kubanggakan -bapakku- bertemu dengan para penyalur ilmu pengetahuan bagiku di ruangan itu. Tatkala aku bingung hendak berkata apa, ketika mendengar berita Februari. ah, bulan yang manis kendati aku tak memiliki apa-apa.

aku kadang tersenyum, untuk menghilangkan kegundahan. seperti halnya kemarin, saat aku tak memahami sepenuhnya pesan yang aku dapatkan. Entah kenapa rasanya gundah, saat tak tahu itu sebuah tanda jeda, koma, ataukah titik akhir begitu saja.

aku kadang tersenyum, untuk menutupi raut wajah yang meringis menahan tangis. Entahlah, mungkin ini adalah obat terbaik atas kepedihan. disini, saat aku enam hari lalu membubuhkan harapan..

Tuesday, July 23, 2013

yang aku tak pahami

2

asa itu..
mungkin ringan layaknya kapas,
karena dapat sekejap terbang
dalam helaan nafas

atau mungkin asa seperti molekul air
yang berada pada titik tripel kesetimbangan wujudnya
yang bisa membeku mengeras kaku begitu, bungkam
yang bisa menguap hilang tanpa bayang, senyap
atau tetap cair lalu mengalir menelusuri garis takdir,
asa yang tercapai

sedangkan perasaan, sungguh lebih abstrak wujudnya
entah ia getas sehingga mudah hancur
ataukah ia ulet hingga kadang elastis,
mampu ditarik dan sedikit mengulur,

asa ini,
perasaan ini,
mungkin sedang terfermentasi,
yang entah jadi manis, atau masam
karena aktivitas bakteri

kugantungkan asa pada Ilahi,
semoga perasaan ini adalah karunia,
dan hakiki

dariku, yang tak pandai kumpulkan kata
menggubah syair semanis gula

Saturday, April 20, 2013

Narkoba Jenis Baru

0

A melihat temannya, B, sedang serius berfikir ketika membaca sebuah berita.

A; "baca berita apa sih B, kok serius bener?"
B: "ini, berita tentang tes narkoba yg dipakai untuk tau dikecelakaan ini ada unsur human failure karena narkoba atau enggak"
A: "oh, terus kenapa malah jadi mikir gitu? biasanya kamu ga sampe kepikiran segitunya deh"
B: "ini loooh.. tes narkoba dari sampel rambut. Aku bingung, emang narkoba ada yang bentuk shampoo terus dipake dengan cara dikeramas ke kepala?"
A: --_____--"

Ya Allah, perbaikilah..

0

ا للَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةًا  لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ

"Ya Allah perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini penambah kebaikan bagiku dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejelekan."

H.R. Muslim

di saat aku marah...

0

Aku mencoba bertanya pada diri,
Sungguhkah aku marah?
Dan kudapati sungguh aku marah,
Tapi bukan kepada hamba-hamba Allah diluar sana
Aku marah atas lemahnya diri,
Aku marah atas kelalaian pribadi,
Ya, aku marah pada diriku sendiri
Duhai Allah, maafkan hamba-Mu ini