Showing posts with label sweets and baking. Show all posts
Showing posts with label sweets and baking. Show all posts

Monday, February 1, 2016

Pizza Tanpa Oven (1st Trial)

2

pre-post note: postingan ini adalah hasil percobaan 9 May 2014 yang udah sekian lama mengendap di draft dan baru ingat buat dipublish. hehehe

Percobaan dapur kali ini sebetulnya nggak sepenuhnya sesuai judul, "1st trial", karena aslinya ini udah upaya ke sekian kali membuat pizza tapi yang sebelum-sebelumnya gak pernah difoto. Jadi, anggap sajalah kalau ini dinamakan 1st trial alias percobaan pertama dari segi resepnya.

Untuk metode pematangannya, pizza ini dipanaskan (anggap saja di oven) pakai rice cooker. Kalau dari resepnya, katanya bisa pakai oven atau wajan anti lengket yang pakai lapisan tetrafluoroetena alias teflon (teflon ternyata merk ya, hahaha). Percobaan ini dibuat di kosan bersama Tika nuris sohib sejurusan yang imut cabe rawit kerennya.

Kalau kamu penyuka pizza di gerai-gerai yang dough atau rotinya empuk, saya sarankan jangan pakai resep pizza yang ini, tapi bisa coba ke resep yang 2nd trial atau 3rd trial. Soalnya adonan dasar pizza ini gak pakai proofing dan tanpa bantuan ragi roti, sehingga pizza nya jadi agak keras mirip crackers kalau kata saya sih. :D

Salah satu yang saya dan adik saya suka dari bikin pizza adalah.. topingnya bisa dikreasikan sendiri dan pakai apa yang ada aja di rumah -asal jangan makan dough doang, hahaha. Kali ini, pizza di kosan dibuat dengan toping ayam teriyaki.

berikut ini resepnya ^^

Pizza Tanpa Oven (dan ragi)

bahan dough:
* resep dough diadaptasi dari mbak Rani Fadilla di grup NCC tercinta
- 300 gr tepung terigu serbaguna.
- 30 gr mentega/margarine.
- 1 sdt baking powder.
- 1 sdm gula pasir.
- 1/2 sdt garam.
- 175 ml susu cair/air matang suhu ruang.

bahan topping:
*untuk toppingnya ini ngasal suka-suka ala saya, bermodalkan bumbu saus instan.
daging ayam giling
bawang merah
bawang putih
nanas
bawang bombay
paprika
saus teriyaki
saus tomat
keju (saya pakai keju cheddar yang dimodif jadi mirip mozarella)

Cara membuat:
1. untuk topping, tumis semua bahan -kecuali keju- sampai daging ayamnya matang, lalu sisihkan.
2. untuk membuat adonan pizza, semua bahan dicampur jadi satu, lalu diaduk sampai menyatu. Hasilnya didapati adonan yang agak lengket dan licin.
3. taburi permukaan untuk membentuk adonan pizza dengan tepung, taburi juga bagian luar adonan yang akan dibentuk dengan tepung, lalu bulatkan adonan. Karena keterbatasan alat, adonan pizza saya gak digiling tapi dipipihkan dengan tangan makanya tebalnya gak rata dan bentuknya kurang cantik. *alasan*
4. pindahkan adonan pizza ke wadah yang akan digunakan untuk memanggang pizza. Bisa pakai loyang trus dioven, bisa diatas wajan nati lengket, tapi kali ini saya pakai rice cooker :D caranya, sebelum adonan dimasukkan ke wadah rice cooker, lapisi permukaan wadah rice cooker dengan minyak sayur atau margarine (dioles aja), trus letakkan adonan pizza, dan ratakan.
5. tusuk-tusuk adonan dengan garpu, beri keju, lalu beri topping.
6. kalau pakai oven, oven di suhu 200 derajat celcius selama 12 menit. Kalau pakai teflon silakan panggang pakai api kecil dan sebaiknya ditutup sampai bagian pinggir agak kering. Karena saya pakai rice cooker, saya cukup menekan tombol cook dan mengecek tiap 5 menit adonan pizza bagian pinggir sudah agak kering atau belum. :D

jadi deh.. penampilan kali ini kurang menarik, tapi rasa ciamik!


Saturday, July 11, 2015

Takoyaki

0

Ramadhan beberapa hari lagi insyaa Allah usai. Sedih harus berpisah dengan ramadhan tapi bahagia menyambut idul fitri. Huhuhu.. ambigu (-_-").

Menu eksperimen di dapur kali ini masih featuring adik saya, Dinda, yang masih libur dari sekolah berasramanya. Kali ini kami membuat salah satu jajanan dari negeri sakura, Jepang, yang berbahan utama gurita/octopus. Daripada jajan di luar beli takoyaki kaan.. lebih ekonomis kalau bikin sendiri #ngirit

Bi Erna kemarin malam menelepon saya untuk mengambil cumi di rumahnya yang beliau dapat dari kenalannya "ada banyak bangeeet.. dinni ambil yaa" begitu katanya di telepon. Saat saya ke rumahnya, ternyata memang benar ada seplastik besar cumi di freezer yang membuat mata saya berbinar-binar. Akhirnya saya membawa pulang seplastik besar, dan saat saya cairkan di rumah.. saya baru menyadari bahwa satu plastik yang awalnya saya kira berisi cumi itu ternyata bercampur dengan gurita. Banyakan guritanya malah daripada cuminya, Alhamdulillah. Jadilah adik saya bilang, dibuat takoyaki saja guritanya.

Berhubung adik saya alergi cumi, udang, dan gurita.. akhirnya kami membuat dua versi dari takoyaki ini. Versi pertama adalah takoyaki sesungguhnya yang menggunakan gurita, sedangkan versi kedua adalah "takoyaki bohongan", karena gimana bisa disebut takoyaki (kue gurita) kalau gapake gurita? hahaha. Versi kedua untuk adik saya gurita nya diganti dengan sosis.

Untuk resep, saya adaptasi dari mbak Irene (speertinya member NCC juga, hehehe.. salam kenal dan terimakasih share resepnya ya mbak ^^) di link ini.

Bahan:
350 ml air
5 gram katsuobushi (saya ganti pakai nori karena gapunya dan gak nemu katsuobushi)
120 ml susu cair (saya pakai yang low fat :p, adanya di rumah cuma itu)
2 butir telur
150 gram terigu protein rendah
1 sendok teh baking powder (bisa di skip kalau ga suka bahan tambahan makanan)
1/2-1 sendok teh kaldu bubuk (saya skip, ga pernah make kaldu bubuk)
gurita yang sudah direbus dan dipotong kecil-kecil (yang saya gak direbus dulu, kelupaan :p), yang versi sosis tinggal ganti pakai sosis

untuk topping:
mayonaise, saus sambal/tomat, dan katsuobushi (lagi-lagi katsuobushi saya ganti pakai nori) secukupnya untuk taburan

cara membuat:
- air dan katsuobushi (atau nori) direbus sampai mendidih dengan api kecil, setelah mendidih lalu biarkan hingga 5 menit, matikan api, dinginkan dan saring.
- tuangkan susu cair, aduk rata
- tambahkan kaldu bubuk (saya lewat karena gak pakai)
- telur dikocok lepas, lalu dimasukkan kedalam campuran susu
- di wadah lain, aduk rata terigu dan baking powder
- tuang bahan cair campuran susu kedalam wadah terigu, aduk rata, lalu saring agar tidak ada terigu bergerindil
- siapkan cetakan takoyaki/poffertjes/telur bulat, panaskan dan olesi dengan margarin
- setelah panas, tuang adonan kedalam cetakan hingga penuh, beri gurita/sosis
- saat pinggiran sudah mulai terbentuk/mengeras, balik adonan. Kalau gak bulat, bisa ditambahkan lagi adonan kedalam cetakan setelah dibalik, lalu dibalik lagi.
-masak hingga matang dan agak kering bagian luarnya, lalu angkat
- hidangkan dengan cara ditata diatas piring, beri topping mayonaise dan saus, beri taburan katsuobushi/nori.

Tara....

Sunday, June 28, 2015

Puyo - Silky Puding Green tea

0

Setelah sekian lama melihat resep silky puding yang disebut puyo di grup NCC dan melihat para member banyak yang me-remake resep ini, saya jadi tergoda buat ikutan bikin juga. Mumpung ada partner buat bereksperimen di dapur, adik saya.

Resep ini berasal dari Mbak Emma Retna, pemilik Dapur Bakulan Emma.
Kali ini saya coba pakai jelly rasa greentea.

Penting: puding hasil resep ini gak kokoh jadi gak bisa dikeluarkan dari cetakan. So, setelah matang, masukkan ke wadah-wadah siap makan seperti cup puding personal

Puyo Lava (14 cup kecil)
oleh Dapur Bakulan Emma

Bahan:

  • 1 bgks jelly aneka rasa... nutrijell ukuran 15gr yg biasa dipasaran * atau 8-10 gr jelly aneka rasa utk hasil puyo yang benar-benar lembut, langsung hancur dimulut
  • 1100 ml susu cair plain atau ganti separuhnya dengan susu kedelai siap pakai
  • 110 gr Gula pasir atau sesuai selera
  • 2 sdm maizena
  • 1 bgks vla instan (Myvla keluaran Nutrijell), kentalkan dengan 250 ml air panas
  • gelas kecil puding *jika menggunakan jelly plain, untuk aroma dan warna bisa meenggunakan essens dan pewarna makanan atau pasta makanan
Cara membuat:

  1. Tuang maizena dan tepung jelly ke dalam panci kosong n kering. Aduk biar tercampur. Tuang susu secukupnya. Aduk rata sampai tidak bergumpal
  2. Setelah tidak bergumpal masukkan sisa susu dan gula
  3. Masak diatas api sedang sambil terus diaduk sampai mendidih supaya susu tidak pecah dan tidak berkerak gosong dibagian bawah panci. Matikan kompor *Jika menggunakan nutrijell plain, masukkan essens dan pewarna makanan
  4. Isikan ke setengah bagian gelas puding kecil. *Jangan dicetak di cetakan besar, akan hancur karena bentuknya tidak kokoh
  5. Dinginkan sebentar di freezer sampai berselaput. Keluarkan
  6. Tuangkan 1 sdm vla instan diatas puding tadi
  7. Tuangkan kembali larutan puding diatasnya *jika sisa puding di panci mengental/mengeras. Encerkan kembali dengan api kecil
  8. Biarkan mengeras. Nikmat dimakan dingin
Daan.. ini hasil saya. Langsung ludes dimakansama saudara-saudara di musholla setelah tarawih. Alhamdulillah.

Martabak Telur Tahu

0

Postingan eksperimen dapur saya dan adik saya kali ini adalah jajanan antigagal. Disebut antigagal karena pada dasarnya siapapun bisa membuat yang satu ini. Segagal-galanya, paling hanya karena keasinan ;). Masih dalam rangka makanan berbuka puasa, dan Alhamdulillah ya, kali ini adik saya gak ngajakin bikin ini diisi sosis, hahaha.

Yup, kali ini kita bikin makanan yang gampang banget: Martabak Telur Tahu. Makanan ini merupakan varian dari martabak telur tapi dibuat menggunakan kulit lumpia yang sudah jadi dan tinggal beli di pasar atau swalayan, lalu isi dengan isian suka-suka, seperti telur, daging cincang, tahu, atau appaun lah semisal oncom buat penggemar oncom. :D

Untuk membuatnya, yang pertama harus disiapkan adalah: Niat! *ngikutin andre dan hesti di acara pagi-pagi*
Pada eksperimen kali ini, semuanya ditakar suka-suka, jadi kami gak ngasih patokan jumlah. Kemudian yang perlu disiapkan adalah.. bahan-bahannya berikut ini:

Bahan:
Kulit lumpia
Telur untuk isian
Tahu
Merica bubuk
Garam
Daun bawang

Telur untuk olesan (sedikit aja)

Cara membuat:
untuk membuat isi, iris halus daun bawang, masukkan ke wadah, masukkan tahu lalu hancurkan tahu, masukkan telur, merica, dan garam. Aduk rata. Isian yang baik itu tidak terlalu encer karena kebanyakan telur juga tidak terlalu padat karena kebanyakan tahu. Dikira-kira aja ya. ^^
ambil selembar kulit lumpia, letakkan isian di atasnya (sekitar 1,5 - 2 sendok makan cukup kira-kira), lalu lipat atau gulung.
Rekatkan bagian ujung kulit dengan olesan telur
Goreng dengan api kecil atau sedang hingga kuning keemasan, angkat, sajikan.

Gampang kan? Gampang kan? :D

Monday, June 22, 2015

American Risoles a.k.a Risoles Sosis Keju (with Oat)

0

Sepertinya motto adik saya saat liburan panjang pulang dari asrama adalah tiada hari tanpa memasak. Sejak pulang ke rumah untuk libur kelulusan dari SMP yang diikuti libur panjang Ramadhan, adik saya hampir setiap hari merayu mengajak saya bikin makanan ini dan itu. Berhubung saat ini sedang bulan Ramadhan, jadi coba-coba di dapurnya dirubah menjadi sore menjelang buka puasa.

Kali ini bikin risoles karena terinspirasi dari salah satu tante saya, Bi Oom, yang punya bisnis kue dan sering membuat risoles enak tapi isinya sayuran. Berhubung di rumah ada sosis (adik saya hobi banget beli sosis dah ya kayanya --"), keju, dan wortel maka kami memutuskan untuk membuat risoles isi keju wortel sosis ala-ala risoles yang sekarang lagi booming dinamai American Risoles. Dinamai American Risoles sepertinya karena biasanya dibuat dengan isian seperti burger: beef burger, keju, dan sayuran/salad untuk burger dimana burger diidentikan dengan negeri paman sam itu. Padahal aslinya kata ibu-ibu di grup NCC yang tinggal di amerika, di amerika ga dikenal risoles khas sana. Hahahaha.

Untuk baluran krenyesnya, seharusnya pakai tepung roti atau breadcrumb. Berhubung di rumah gak ada dan bakal kesorean kalau beli dulu, akhirnya kami menganti breadcrumb dengan oat alias havermout instant yang biasa untuk bubur. Menurut sebagian orang, oat yang digoreng itu menyerap banyak minyak dibandingkan tepung roti dan sejenisnya sehingga tidak sehat. Makanya saya dan adik saya pun gak mau repot-repot mengklaim risoles buatan kami ini sebagai makanan sehat. :p *cariaman*

Oke, itu tadi Kitchen story behind the recipe (apaan dah). Inilah resepnya...

Risoles Sosis Keju balur Oat

Bahan Kulit Risoles:
*resep kulit saya adaptasi dari resepnya teh Ricke di link ini
100 gram terigu protein tinggi (tapi saya pakai terigu tak ber merk, jadi gatau jenisnya)
1/4 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1 butir telur
300 ml susu cair
1/2 sendok makan margarin dilelehkan atau 1 sendok makan minyak goreng

isi:
isian sepertinya bebas suka-suka, untuk yang saya buat, isiannya speerti berikut,
sosis dipotong menjadi dua memanjang
keju cheddar potong memanjang
3 buah wortel, diparut panjang halus (seperti untuk asinan sayur)
1 siung bawang putih, geprek lalu cincang halus
1 siung bawang merah, iris halus
sedikit minyak untuk menumis
mayonaise

pelapis:
2 butir telur, dikocok lepas
tepung panir secukupnya (saya pakai oat instan)

cara membuat:
1. campur terigu, garam, dan merica bubuk dalam wadah, aduk rata. Buat lubang di tengah, masukkan terigu, aduk dengan sendok atau balloon whisk. Masukkan susu cair sambil diaduk agar merata dan tidak ada gumpalan/bergerindil. Jika ada adonan yang bergerindil dan susah dihaluskan, adonan bisa disaring. Masukkan margarin cair atau minyak goreng, aduk rata.
2. panaskan wajan untuk mendadar (yang anti lengket tentunya :D), tuang adonan untuk membuat dadar tipis-tipis. Diamkan sebentar hingga permukaan agak kering, angkat. Dan ulangi hingga semua adonan menjadi kulit risoles. (Tips: api kecil saja, kalau terlalu panas nanti kulitnya jadi gak mulus)
3. panaskan wajan, tumis bawang dan wortel hingga wortel layu. Matikan kompor, angkat tumisan.
4. Ambil selembar kulit risoles, letakkan sosis, keju, dan wortel diatasnya (ditata di satu sisi untuk digulung), tambahkan mayonaise secukupnya (kalau kebanyakan takutnya bocor, hehe). Lipat lalu gulung. Ulangi hingga habis.
5. Gulingkan risoles yang sudah digulung ke tepung panir/oat, lalu celup ke kocokan telur, dan kembali gulingkan ke tepung panir/oat.
6. Goreng dalam minyak panas hingga kuning kecoklatan. (Tips: api jangan besar-besar, nanti kulit cepat gosong). Angkat dan tiriskan. Lalu hidangkan.

Tips (lagi):
1. gunakan minyak yang masih bersih untuk mendapatkan risoles dengan warna kuning keemasan yang oke banget
2. supaya risoles gak pecah saat digoreng, pastikan risoles digulung rapat. Kalau perlu, rekatkan ujung gulungan kulit risoles dengan olesan telur. Dan saat digoreng, kalau risolesnya melendung (jadi buncit gitu maksudnya) tusuk dengan lidi kecil atau tusuk sate, untuk menghindari risoles pecah atau betus saat digoreng.

Selamat mencobaaa ^^

Wednesday, June 3, 2015

Cilok Kuah Cuko

0

Postingan kali ini tanpa resep yaa.. karena murni eksperiment dna cuma dicampur dari makanan sisa aja :)

Salah satu tante saya, Bi Elni (di keluarga saya tante itu dipanggil dengan sebutan bibi), lagi rajin eksperimen bikin pempek dengan cara cilok karena terpesona dengan cilok buatan saya dan adik saya beberapa hari lalu yang gak sempat difoto. Kata tante, cilok kami lembut kaya pempek, padahal bikinnya ngasal dan ga pake takaran, hahaha. Kemarin, tante saya bikin cilok lagi dengan ukuran jumbo dan ada sisanya di kulkas. Kebetulan di kulkas ibu saya sedang ada sisa cuko pempek dan di meja makan ada tahu dan tempe goreng, sehingga jadilah menu ini :D #gakmodal

sebelum-sebelum ini pun saya senang makan cireng, tahu, dan tempe pakai cuko pempek. Salah satu bumbu/saus ajaib yang ada di dunia ini bagi saya adalah sambal kacang/sambal lotek dan cuko pempek, karena bisa dipakai untuk menemani berbagai macam masakan.

so.. this is it! Ciloknya direbus sampai empuk, lalu masukkan kedalam cuko, tambahkan tahu dan tempe goreng.

Seblak

0

ynag ini posting dulu aja yak, resep kapan-kapan, mahakarya adik saya. Doi terpesona sama seblak sejak pertama kali saya kuliah di Bandung dan saya buatin, sekarang malah rajin bikin seblak denan kreasinya yang macem-macem. Di foto ini, seblaknya pakai kerupuk udang -asli- cirebon featuring opak aci dari tasik. as you can see, ukurannya gede-gede yak. Ini versi seblak kering, makanya gak berkuah, jadi kaya kwetiau goreng sih kata saya mah. :))

Wednesday, April 8, 2015

Rice Cooker Mac and Cheese

0

Hampir satu bulan jadi anak rumahan setelah wisuda, alhamdulillah :D
Siang-siang, di rumah, sendirian daaan.. lapar! Nengok kulkas ibu nemu makaroni, keju cheddar block, kaldu ayam sisa bikin sop, dan susu cair. Dari bahan-bahan ini, yang pertama kepikiran adalah Mac and Cheese yang belakangan ini gatau kenapa kayanya kok jadi ngehips di tempat-tempat kongkow anak muda dengan harga lumayan padahal bikinnya gampang dasar mahasiswa ekonomis gak mau rugi. Pas mau nyalain kompor kok ya gas nya abis. Jadi deh mempekerjakan rice cooker mini saya yang sudah diboyong dari kosan.

Jadiii.. inilah diaa.. *backsound tabuhan genderang* Rice Cooker Mac and Cheese!

Resep ini saya adaptasi dari sini

Bahan:

  • 200 gram pasta kering, (saya pakai makaroni biar pas namanya Mac and Cheese, tapi bolehjuga pakai pasta jenis lain)
  • 350 ml kaldu ayam (dibuat dari daging ayam yang direbus sampai airnya terbentuk kaldu)
  • 1 sendok teh garam
  • 250 ml susu cair (saya pakai full cream)
  • 200 gram keju, parut halus


Cara Membuat:

  1. Masukkan pasta, kaldu ayam, dan garam kedalam wadah rice cooker, masak selama kurang lebih 15 menit (kalau rice cookernya sudah ke mode warm/menghangatkan sebelum 15 menit atau sebelum matang, bisa ditekan lagi tombol untuk memasaknya)
  2. buka tutup rice cooker, tambahkan susu dan keju, aduk dengan spatula (jangan dengan sendok logam, nanti lapisan wadah rice cookernya rusak), masak kembali hingga 20 menit. (saya karena udah ga sabar jadi cuma 15 menit, hehe)
  3. Mac and Cheese, made with rice cooker
  4. Tadaaa... Mac and Cheese siap dimakan. Gampang kan? :)


Tepat saat saya mau makan, Ibu datang bawa Garang Asem, jadi deh Mac and Cheese ala saya ini dimakan bareng Garang Asem. Rasanya gimana? Enak-enak aja buat saya sih.. ini baru namanya East meet West. Hahahah.. Alhamdulillah
East meet West : Garang Asem dimakan bersama Mac and Cheese

Wednesday, November 26, 2014

Brownies Kukus Oatmeal Wortel (tanpa gula)

0

Ini adalah kali pertama saya membuat post di grup NCC dan ikutan NCC brownies Week. :D Setelah sekian lama jadi penyimak sejati ibu-ibu di grup dan paling hanya sesekali berkomentar, saya memberanikan diri untuk membuat post. Resep ini ikut serta memeriahkan (dan mejeng) di Blog NCC Brownies Week dan kemarin dapat email dari panitia.. saya dapat badge jingga NCC BW, hihihi, senaaaaangs <3



Pembuatan kue ini diawali dari rasa penasaran mencoba resep-resep brownies yang banyak gentayangan di grup fb Natural Cooking Club (NCC). Bagi anak kost dengan peralatan dapur seadanya seperti saya, resep yang terlihat bisa dieksekusi adalah brownies yang tanpa oven dan tanpa mixer, pokoknya yang minim alat deh.

Waktu teman kost pindah untuk melanjutkan study ke luar, teman saya ini mewariskan sebungkus besar Oatmeal Instant yang tanpa rasa ke saya. Berhubung saya gampang bosan dengan oatmeal yang dibuat bubur dikasih toping begitu-begitu saja, akhirnya saya mencari cara untuk menghabiskan oatmeal yang hampir satu kilogram ini dalam berbagai bentuk olahan makanan.

Jadi, dari dua hal itu,terpikirlah untuk membuat brownies yang lebih sehat dari biasanya dengan mengganti terigu dengan oatmeal, dan menambahkan sayuran, tapi belum nemu resep mana yang akan saya eksekusi, hahaha. Setelah belanja bahan-bahan seperti margarine dan coklat bubuk, ada seorang member grup NCC yang mem-post brownies kukus wortel buatannya. Saya merasa, resep ini jodoh banget sama saya, karena pakai sayur, tanpa mixer, dan di kukus. Akhirnya, mengajak satu teman kost saya, Nabila, kami mengeksekusi resep brownies wortel ini tadi malam. Lucunya, saya dan Nabila sama-sama tidka punya gula pasir di kost, dna hanya punya madu. Jadilah brownies ini tanpa gula sama sekali, karena 100% gula dalam resep diganti menjadi madu :D

Berikut ini resep dari akun FB bernama Ibueasy Cooking yg di post di NCC setelah saya modifikasi:


Bahan:
150 gr margarin
45 gr cocoa powder (yang saya gunakan raw unsweetened cocoa powder, katanya sih lebih sehat)
150 gr madu (di resep aslinya 150 gr gula pasir)
100 gr wortel, di parut
120 gr Oatmeal Instant yang tidak perlu dimasak (resep asli: 120 gr terigu protein sedang)
0.5 sdt baking powder
3 butir telur ukuran sedang

Cara membuat:
1. Siapkan panci pengukus yang akan digunakan, isi tempat airnya dan nyalakan kompor, agar ketika adonan siap di kukus, kukusan sudah dalam keadaan panas.

2. Tim margarin dengan cocoa powder dengan wadah tahan panas di atas air panas atau air yang sedang di masak (jadi wadah berisi butter tidak langsung terkena api) sambil diaduk sampai menyatu, lalu matikan api dan biarkan dingin dan mengental, sisihkan

3. Kocok telur dan madu sampai larut, lalu masukkan campuran coklat dan margarin yang telah di tim, tambahkan wortel yang telah diparut, aduk rata.

4. Tambahkan oatmeal dan baking powder kedalam adonan, aduk rata perlahan

5. Siapkan loyang. Olesi permukaan dalam loyang dengan margarin, taburi sedikit terigu. Bisa juga dialasi dengan kertas roti lalu dioles margarin.

6. Tuang adonan ke dalam loyang, lalu kukus selama kurang lebih 25 menit. Tes tusuk untuk mengetahui kematangan brownies, jika sudah matang diangkat dan dibiarkan dingin.

7. Brownies yang sudah dingin (suhu ruang) selanjutnya dikeluarkan dari loyang dan bisa diberi toping sesuai selera (saya menambahkan keju parut dan Milo cereal)

Gimana rasanya? Enaaaaaaak.. :9
Tekstur brownies ini padat dan agak lembab khas brownies kukus pada umumnya. Buat saya dan Nabila, takaran madu tersebut memberikan rasa yang pas tidak terlalu manis, namun bisa ditambahkan sesuai selera. Selamat mencoba... :)


Saturday, September 22, 2012

Biskuit Hias Coklat ^^ (resep coklat pasta)

4




pagi-pagi.. sebagai anak kosan yg mencoba selalu  teratur sarapan, perut sudah nge-band minta diisi.
Mau beli makanan kok rasanya malas ke luar kamar kos, akhirnya membuka lemari ‘harta karun’, nemu biskuit polos (tanpa rasa atau krim), minyak sayur, dan bahan untuk bikin praline coklat (coklat compound beserta filling nya).
Karena bosan kalau cuma makan biskuit doang, too mainstream gitu kayaknya, akhirnya melirik rice-cooker (salut lah buat penemu alat ajaib ini) untuk diberdayakan. Hahaha :p
Oke, caranya begini.. buat yg mau ngikutin biskuit coklat deco ‘made in sendiri’
Bahan:
biskuit, secukupnya sesukanya, saya pakai 1 pak skitar 30 keping
coklat compound, skitar 100 gram (gak ditimbang soalnya, feeling aja)
cappucino chocolate filling (optional, ga pake juga gapapa)
minyak sayur/mentega/butter, skitar 2 sendok makan (biar coklatnya ga terlalu keras)
Rice cooker yg ada kukusannya
plastik segitiga (yg biasa dipake untuk whip-cream, ini sifatnya optional juga)
wadah bertutup yang foodgrade untuk temperatur tinggi (misalnya kotak makan yg microwave-able gitu, kalau ga ada, bisa diganti pake mangkok porselen/keramik
___
Cara membuat:
1. Isi wadah rice-cooker dengan air, ga usah banyak-banyak dikira2 aja, lalu stel rice-cooker dalam mode: cooking
2. potong coklat compound jadi kecil-kecil, ga usah terlalu halus, ini supaya cepet meleleh aja kok :D
3. masukkan coklat compound ke wadah kotak makan plastik yg micro-wave-able atau foodgrade utk dipake mengukus, kalau saya sih pake mangkok keramik :)
4. tambahkan minyak sayur dan chocolate filling ke wadah berisi coklat
5. Buka rice-cooker, pasang wadah pengukus, letakkan wadah berisi coklat diatas kukusan,
6. Saat rice-cooker masih dalam mode cooking dan tutup tetap terbuka, aduk-aduk coklat yg sudah diatas kukusan tadi sampai coklat sebagian meleleh
7. Kalau coklat sudah agak meleleh, rice-cooker boleh distel jadi mode-warm
8. aduk terus coklat di rice cooker sampai seluruhnya meleleh dan minyak+filling tercampur merata
9. kalau coklat sudah meleleh seluruhnya, matikan rice-cooker, lalu angkat wadah coklat (hati2, panas) dan biarkan suhu coklat sedikit menurun, lalu masukkan ke plastik segitiga
10. coklat bisa dihias ke biskuit
___
Selamat mencoba ^^
ini hasil iseng-iseng saya:



Tuesday, August 14, 2012

Cheese Cake (No Bake)

0


Bulan puasa, di rumah, tiba-tiba Afina (teman satu kampus-beda jurusan, satu kost, dan satu daerah asal) nge-sms, ngajakin bikin kue di rumahnya. Kebetulan banget, kemarin abis ngikutin channel youtubenya Titli Nihaan nemu no-bake cheesecake (video resep disini). Jadi.. mau nyoba bikin no-bake cheesecake bareng Afin, :)
Cheesecake ini, sejujurnya.. tergolong kue mahal buat saya *ngelap air mata*. Gimana gak mahal kalau seloyang ukuran 22 cm yg saya sama Afin bikin ini, bermodalkan creamcheese+sourcream+buah yang..harganya bikin cengar-cengir subhanallah, haha
Untungnya, cheesecake no-bake ini tergolong kue yang tingkat keberhasilannya tinggi banget, hampir bisa dipastiin ga bakal gagal. Jadi, boleh banget dicoba meski buat pemula ^^
Bahan dan cara, liat di video itu aja lah yaa.. foto di postingan ini yang hasil saya sama afin, maaf kurang jelas, masalah lighting dan camera :D