Friday, June 17, 2011
Evening here
Posted on 3:50 PM by Dinni nurhayani
Wednesday, June 8, 2011
MG09: Terimakasih, kawan!
Posted on 3:36 PM by Dinni nurhayani
![]() |
| MG 09 - Metalurgi ITB Anyer, 8 Juni 2011 |
untukmu, kawan..
yang mengajarkanku uniknya perbedaan
yang menempaku untuk kuat bertahan
yang mengujiku dalam khazanah bernama istiqomah
yang menemani tawa, canda, tangis, keringat, dan duka,
dalam kerasnya usaha menjadi dewasa
yang memberiku kesempatan mendengar dan didengar
yang membuat tiap kita paham,
bersatu dan menjadi kuat bukanlah karena kita seragam
melainkan karena kita menginginkan dan Tuhan memutuskan,
kita ada, untuk bersama ^^
Sunday, March 20, 2011
Soup Kimlo ala saya :D
Posted on 1:38 AM by Dinni nurhayani
Lagi mau beli sabun cuci dan yogurt di swalayan seberang kost, eh malah ngelirik sebungkus paket sayuran. Jadi ceritanya, saya baru tau kalau di swalayan juga ada paket sayuran lengkap untuk beberapa jenis masakan, semisal paket sayur asem yang sebungkus isinya berbagai macam sayuran untuk sayur asem berikut bumbunya, sayur sop yang berisi bermacam sayuran beserta bawang dan merica nya, dan tentunya yang saya beli: soup kimlo. Selama ini taunya paket sayuran begini tuh dijualnya di pasar tradisional aja, itupun tanpa bumbu alias cuma sayuran aja. Karena mau nyoba mantep nggaknya racikan dari swalayan, akhirnya nyobain beli.
Daaan.. ini dia hasilnya..

Buat yang mau coba bikin sendiri, masakan sejenis sop ini paling enak ya sebetulnya karena satu menu sudah mengandung berbagai maam gizi yang dibutuhkan. -tapi kalau saya sih alasan utamanya senang masak sup itu karena gak perlu masak banyak menu, maklum anak kostpemalas.
Nah.. ini resepnya!
Bahan:
*catatan: semua bahan-bahan ini jumlah dan jenisnya bisa disesuaikan dengan sayuran yang lebih disuka, disini saya tulis berdasarkan paket yang saya beli aja
3 batang kecil wortel
8 buah kacang kapri (bisa diganti buncis atau kacang panjang)
1/4 buah kol diameter kecil
1 bungkus kecil soun, rendam (gak ada keterangan beratnya)
8 lembar jamur kuping, rendam sampai lunak, tiriskan, lalu iris kasar
10 buah bunga sedap malam, rendam sampai lunak, tiriskan, lalu ikat simpul
3 buah bakso sapi (sup kimlo yang asli katanya sih pakai bakso ikan)
3 buah bawang putih
6 buah bawang merah
1/2 sendok teh merica/lada halus
1/2 sendok teh garam
gula pasir, secukupnya sesuai selera (bisa di lewat kalau ga suka)
1 batang daun bawang, iris halus
1 batang seledri, iris halus
200 gram dada ayam (ini saya tambahin sendiri, gak ada di paketnya)
minyak goreng atau margarine sedikit saja untuk menumis
Cara membuat:
1. masak air hingga mendidih, masukkan ayam, rebus hingga matang (berwarna putih), kemudian ayam diangkat dari rebusan, dagingnya dipotong kecil-kecil, sisihkan. Air rebusan ayam jangan dibuang, akan digunakan untuk kaldu sop.
2. haluskan bawang putih (sebaiknya digeprek lalu dicincang) dan bawang merah (diiris tipis), panaskan minyak lalu tumis bawang putih dan merah hingga harum, tuang kedalam kaldu ayam.
3. didihkan kembali kaldu yang sudah diberi bumbu tumis, masukan semua bahan (termasuk daging ayam) kecuali soun dan kapri, aduk hingga rata dna mendidih
4. masukkan soun dan kapri, biarkan mendidih sebentar, angkat dan hidangkan soup selagi panas.
Selamat mencoba ^^
Daaan.. ini dia hasilnya..

Buat yang mau coba bikin sendiri, masakan sejenis sop ini paling enak ya sebetulnya karena satu menu sudah mengandung berbagai maam gizi yang dibutuhkan. -tapi kalau saya sih alasan utamanya senang masak sup itu karena gak perlu masak banyak menu, maklum anak kost
Nah.. ini resepnya!
Bahan:
*catatan: semua bahan-bahan ini jumlah dan jenisnya bisa disesuaikan dengan sayuran yang lebih disuka, disini saya tulis berdasarkan paket yang saya beli aja
3 batang kecil wortel
8 buah kacang kapri (bisa diganti buncis atau kacang panjang)
1/4 buah kol diameter kecil
1 bungkus kecil soun, rendam (gak ada keterangan beratnya)
8 lembar jamur kuping, rendam sampai lunak, tiriskan, lalu iris kasar
10 buah bunga sedap malam, rendam sampai lunak, tiriskan, lalu ikat simpul
3 buah bakso sapi (sup kimlo yang asli katanya sih pakai bakso ikan)
3 buah bawang putih
6 buah bawang merah
1/2 sendok teh merica/lada halus
1/2 sendok teh garam
gula pasir, secukupnya sesuai selera (bisa di lewat kalau ga suka)
1 batang daun bawang, iris halus
1 batang seledri, iris halus
200 gram dada ayam (ini saya tambahin sendiri, gak ada di paketnya)
minyak goreng atau margarine sedikit saja untuk menumis
Cara membuat:
1. masak air hingga mendidih, masukkan ayam, rebus hingga matang (berwarna putih), kemudian ayam diangkat dari rebusan, dagingnya dipotong kecil-kecil, sisihkan. Air rebusan ayam jangan dibuang, akan digunakan untuk kaldu sop.
2. haluskan bawang putih (sebaiknya digeprek lalu dicincang) dan bawang merah (diiris tipis), panaskan minyak lalu tumis bawang putih dan merah hingga harum, tuang kedalam kaldu ayam.
3. didihkan kembali kaldu yang sudah diberi bumbu tumis, masukan semua bahan (termasuk daging ayam) kecuali soun dan kapri, aduk hingga rata dna mendidih
4. masukkan soun dan kapri, biarkan mendidih sebentar, angkat dan hidangkan soup selagi panas.
Selamat mencoba ^^
Saturday, February 26, 2011
iseng dalam kebaikan...
Posted on 8:30 PM by Dinni nurhayani
Qt rangking 2 din,
Aq terharu din..
Ayo cpet makan.nya,
Qt blajar lg(tami, 26 feb 2011, 12:59)
ini adalah sms dari teman satu tim saya, Tami, waktu saya dan kak Mirna sedang makan siang di depan Masjid Salman. Saya, Tami, dan kak Mirna adalah satu tim yang sedang iseng-iseng mengikuti kegiatan Olimpiade Al-Qur’an (OA) untuk internal kampus ITB. Cabang lomba yang kami ikuti Fahmil Qur’an (cerdas cermat mengenai pengetahuan Al-QUr’an, termasuk fiqh, tajwid, tauhid).
Lucunya, meski kami satu tim, kak Mirna dan Tami baru kenal tadi pagi sebelum lomba dimulai, haha. Keikutsertaan kami di acara ini sebetulnya murni iseng dan spontan. Beberapa hari lalu saya bertemu Tami di labtek V dan tiba-tiba kepikiran untuk ikut OA, cabang fahmil Qur’an. Padahal, waktu pendaftaran sudah mau ditutup. Dan hari itu juga, saya bertemu kak Mirna. Maha suci Allah yang menggariskan alur hidup manusia, gayung bersambut saat itu. Kak Mirna begitu bertemu saya mengajak untuk ikut OA fahmil Qur’an. Jadilah kami satu tim, tanpa pernah bertemu lengkap bertiga sebelumnya. Saya kenal Tami, dan saya kenal Kak Mirna. Tapi kak Mirna belum pernah berkenalan sama Tami sebelumnya. Tim yang unik :)
Persiapan untuk lomba ini pun, seadanya. Karena tujuan dari ikut lomba ini sebetulnya untuk belajar, mengingat kembali pelajaran-pelajaran waktu di SMA. Mulanya mau menyempatkan baca-baca buku waktu SMA, tetapi rakor, musyawarah pemilihan ketua himpunan, LPJ akhir kepengurusan himpunan, dan kegiatan di pengmas mengalihkan fokus saya untuk belajar.
Persiapan untuk lomba ini pun, seadanya. Karena tujuan dari ikut lomba ini sebetulnya untuk belajar, mengingat kembali pelajaran-pelajaran waktu di SMA. Mulanya mau menyempatkan baca-baca buku waktu SMA, tetapi rakor, musyawarah pemilihan ketua himpunan, LPJ akhir kepengurusan himpunan, dan kegiatan di pengmas mengalihkan fokus saya untuk belajar.
Mengisi soal babak penyisihan bersama Tami dan Kak Mirna pagi tadi jadi agak lucu, karena kita sibuk berpikir ke masa lalu “Duh.. ini tuh apa ya, di bukunya dekat ini pembahasannya”. Hahaha.. Kalau sudah mentok, refreshing liat muka orang-orang yang sedang serius mengerjakan soal. Wah, serius dan meyakinkan banget! Kami gak punya targetan lolos babak selanjutnya sama sekali, makanya surprise banget pas dapat sms dari Tami ini.
Babak semifinal dan final bentuknya cerdas cermat, bukan tes tulis seperti di pennyisihan. Disini, terlihat jelas kalau tim kami lemah di soal melanjutkan ayat. Ayat-ayat yang dijadikan soal diambil dari juz 1, dan kami bertiga gak hafal. Soal yang biasanya dijawab lancar, seputar terjemah ayat atau soal berbahasa Inggris. Hehehe..
Babak semifinal dan final bentuknya cerdas cermat, bukan tes tulis seperti di pennyisihan. Disini, terlihat jelas kalau tim kami lemah di soal melanjutkan ayat. Ayat-ayat yang dijadikan soal diambil dari juz 1, dan kami bertiga gak hafal. Soal yang biasanya dijawab lancar, seputar terjemah ayat atau soal berbahasa Inggris. Hehehe..
Di Final, kami menajdi tim B berdasarkan hasil undian. Yang lucu, salah satu tim yang menjadi lawan kami (tim A) seluruh anggotanya adalah adik kelas saya waktu SMA. Rasanya campuraduk, antara tertantang untuk gak kalah dari junior sekaligus terharu karena mereka masih menjaga apa yang mereka dapat dari SMA.
Hasil akhirnya, Tim A juara satu dan tim kami juara 2. Menurut info dari panitia, juara dari OA akan mendapat pembinaan untuk bisa ikut seleksi mewakili ITB di MTQ Mahasiswa tingkat Nasional. Kami (saya-kak Mirna-Tami) akan bersyukur kalau bisa mewakili ITB di tingkat nasional, tapi tujuan utama kami ikut pembinaan adalah untuk belajar. Semoga bisa ikut pembinaan tanpa gangguan kegiatan lain :D
Setelah ikut OA ini, jadi lebih semangat lagi untuk belajar ilmu Qur’an (termasuk fiqh, aqidah, tauhid, tajwid) dan menghafal. Bismillah.. sahhilnii ya Allah..
Duhai Allah.. tiada nikmat dari-Mu yang bisa aku dustakan :”)
Wednesday, February 23, 2011
Abstraksi Rasa Syukur
Posted on 11:00 AM by Dinni nurhayani
Betapa manusia tak pandai bersyukur. Betapa kita sebagai hamba sangat lemah dan lalai dalam berhitung, menghitung bahkan hanya mengira seberapa besar nikmat yang Allah beri ke kita pun kita tak mampu. Kita, mungkin hari ini berfikir atau merasa kita sudah mengucap syukur, tapi kita lupa bahwa ada keluhan atas letih dan masalah yang kita miliki hari ini. Kita, mungkin bisa mengingat jumlah kata "Alhamdulillah" yang kita ucap dengan suara, dalam kalimat jelas ataupun lirih, dan bahkan yang hanya dalam hati hari ini. Tapi kita lalai dalam mengingat berapa jumlah gigitan di bibir karena patah harapan, tundukan kepala karena rasa minder, belum lagi rasa iri, dengki, takabbur, riya, sum'ah yang semuanya tak terasa, mengalir begitu saja seperti sifat bawaan yang wajar.
Sampai saat ini, kita berfikir kenapa kita masih di titik ini. Padahal banyak orang yang merangkak menuju titik yang kita capai. Sampai detik ini, kita bersikeras menyatakan kita telah gagal. Padahal, Sang Pemilik Waktu telah menganugerahi kita hal paling berharga: Waktu dan Kesempatan untuk berproses, berusaha, yang tak semua orang miliki meski ditutup dengan "pikiran" atau "pendapat" manusia sebagai kegagalan.
Astagfirullah.. duhai Allah sang Khalik, bahkan sebagai manusia yang diberi kemampuan ingatan luar biasa dan volume otak yang besar, kami tak mampu mengingat utuh apa saja yang kami sebut dan terbersit dalam pikiran, menjadi keinginan dalam angan, atau yang jelas-jelas kami pinta kepada-Mu lalu Engkau berikan. Bahkan, kami lemah untuk menyadari bahwa apa-apa yang kami dapati setelah usaha kami, adalah hal-hal yang terbaik dari-Mu. Dan parahnya, banyak sekali dari kami, merasa tak dicintai, atau mencitai suatu hal, dan lupa mengingat, bahwa Engkau mencintai kami, lebih dari apapun yang menicntai dan dicintai kami.
_dipindahkan dari "draft message" handphone dalam perjalanan menuju Lembang, Bandung 18 Februari 2011_
Subscribe to:
Posts (Atom)


