Thursday, September 20, 2012

Monday, September 17, 2012

Tinggalkan, dan Allah Akan Menggantinya :)

1


Kemarin, saya mengirimkan sebuah pesan elektronik kepada pembimbing akademik di kampus. Surat yang berisi konsultasi bimbingan akademik itu, ditulis ba’da shubuh dengan perasaan yang campur-aduk, antara: berharap, sedikit ragu, yakin, dan sedikit tidak percaya diri. Surat elektronik yang panjangnya kira-kira hampir satu halaman a4 dengan margin normal di Ms. Word itu akhirnya bisa saya tulis setelah memohon kemantapan hati beberapa hari kepada Yang Terkasih dan Maha Pengasih - Allah Subhanahu wa ta’ala-.
Surat itu.. berisi sedikit mengenai cita-cita saya, mengapa berada di Teknik Metalurgi, keinginan studi kedepannya, harapan orangtua, dan… sedikit perubahan rencana yang berdampak besar terhadap cita-cita awal.
Ketika seseorang memiliki cita-cita, tapi kemudian bijaksananya kehidupan mengajarkannya untuk menempuh jalan lain yang masih bernilai kebenaran, gak apa-apa, kan? Selama ini saya -atas izin Allah- merencanakan hidup saya, bersekolah di tempat yang saya inginkan, dan melakukan hal-hal yang menurut saya bermanfaat dan menuju pada apa yang saya cita-citakan (cita-cita selain menjadi hamba Allah, anak, istri, dan ibu rumah tangga yang shalihah). Maka, saya rasa, untuk kali ini, merubah sedikit rencana awal berdasarkan harapan orangtua, adalah salah satu cara saya mencintai kedua orangtua saya. (kecup ibu bapak satu-satu)
dengan asma Allah dan tarikan nafas panjang, saya hilangkan keraguan dan rasa todak percaya diri, Surat elektronik itu pun akhirnya saya kirim…
Pagi tadi, saya membuka buku pemberian saudari saya (yg shalihah) Rahma, berjudul “Hafal Al-Quran Tanpa Nyantri” karya Abdud Daim Al-Kahil. Saya membuka halaman buku itu secara acak, dan langsung menemukan halaman dengan kalimat dan hadits indah ini:
Tinggalkanlah musik dan nyanyian, dan mulailah menghafal Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah subhanahu wa ta’ala, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
” Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik darinya” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)
Janji yang indah dari Allah, bukan?
Sore ini, Dosen Pembimbing Akademik saya memberikan balasan surat elektronik saya tersebut. Dan… jawaban beliau sungguh membuat saya merasa betapa begitu banyak nikmat Allah yang sangat sayang jika saya lupa mensyukurinya: punya orangtua yang cerdas sholih dan penyayang, punya adik-kaka yang cerdas-sholih/ah-pengertian, punya guru-guru yang ikhlas-perhatian-berdedikasi, punya teman-teman yang begitu dicinta dan mencinta, diberi kesempatan, diberi pinjaman waktu… dan banyak hal lain yang.. ah, tidak ada kalimat lain yg cukup untuk menggambarkannya selain Maasya- Allah dan Alhamdulillah ^^
Duhai Allah, yang memiliki waktu dan memberikan kesempatan kepada hamba-Nya, mudahkanlah kami dalam menuntut ilmu, tuntutnlah kami agar senantiasa berada pada jalan-Mu yang lurus, yang Engkau ridhai… Dan karena waktu ini ibarat pedang, maka jadikanlah waktu ini sebagai alat yang bermanfaat bagiku, bukan yang akan membinasakanku karena lalai dalam memanfaatkannya
—- Bismillahirrohmaanirrohiim… Tingkat 4, menuju wisuda sarjana, menuju awal magister, menuju penggenapan agama dengan orang yang masih gak tau siapa hehe—-
Mari meninggalkan hal yang kurang atau bahkan tidak bermanfaat, dan percayalah, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik :-)

Wednesday, September 12, 2012

Tuesday, September 4, 2012

Sayur Bayam Jagung Manis

0


Sayur bening itu.. kayaknya jenis masakan berkuah yang paling simpel untuk dibuat, tinggal potong-potong, cemplungin, jadi.. haha.
Sebagai anak kos, menemukan tempat makan yang menjual sayur itu agak susah. Dan yang penting… kalau masak sendiri bisa bebas MSG dan kebersihan terjaga :)
ini masakan makan malam saya hari ini, simpel buat dibikin sama anak kosan bahkan buat yang ngaku ga bisa masak :D Oiya, ini resepnya cuma modal feeling, jadi harap maklum kalau beda sama resep2 lain yang udah ‘ahli’ masak
bahan:
1 ikat bayam, siangi dgn memilih daun yg bagus + batang yg muda
2 siung bawang putih, memarkan/keprek lalu cincang halus
2 siung bawang merah, diiris halus
1 sendok teh garam
2 cm lengkoas/laos (kalau ada dan kalau suka), dimemarkan
air, secukupnya
kerupuk ikan mentah (ini cuma ala saya, soalnya kerupuk direbus itu jadi mirip kwetiau, enak, haha)
1/2 buah jagung manis, pipil (bisa pakai pisau atau manual pake tangan)
___
cara buat:
setelah bahan siap, panaskan air di panci/rice cooker, dan masukkan jagung
saat air di panci/rice cooker mulai panas, masukkan bawang merah, bawang putih, dan laos kedalam air (dalam keadaan kompor tetap menyala, atau kalau pakai rice cooker - rice cookernya dalam mode cooking)
masukkan kerupuk mentah (ini buat yg mau nyoba atau buat yg suka, asli karangan saya)
waktu air mulai mendidih, masukkan bayam, aduk-aduk sampai bayam layu, (sayur bayam, jangan terlalu lama dimasaknya, ya ^^ )
matikan kompor/rice cooker, masukkan garam dan aduk
tada… sayur bayam sudah jadi
____
perkiraan biaya (maksimal) untuk semangkuk sayur bayam+jagung:
bawang merah+putih, biasanya Rp 2.000 dapat 1/4 atau 1/8 kg campur, cukup utk 3 kali masak
jagung manis paling mahal Rp 7.500 per kg, kalo besar isinya 3-4 buah sekilo
garam, kalau garam yg sudah beryodium dan dimurnikan bisa skitar Rp 3.000 per bungkus, bisa untuk 3 minggu kalau masak 3 kali sehari, hehe
bayam, seikat paling mahal biasanya Rp 1.000

____ total per porsi, kurang lebih Rp 3.000 (paling mahal)

Monday, August 27, 2012

Allah, ini adalah kegalauan seorang hamba-Mu

0

Saat orang-orang bilang galau itu gak penting, saya merasa galau itu sifatnya penting-gak penting, relatif. Banyak orang yang menganggap kata galau hanya serasi untuk hal-hal yang berkaitan dengan perasaan hati-nikah-pasangan dan sejenisnya saja. Kalau lah itu benar, maka saya tidak punya padanan kata yang enak digunakan untuk mendeskripsikan apa yang sedang mengganggu pikiran saya.

Yup, saya GALAU.

Tiba-tiba saja pikiran itu terus membayangi saya, mengenai kehidupan jauh di masa yang akan datang. Bukan, bukan tentang impian seorang pemudi yang ingin menjadi ibu, mengasuh anak, berumahtangga dan sebagainya. Karena kalau galau ini tentang itu, ah, bahkan saya tak tahu sampaikah umur saya nanti ke tahap itu (Meski saya berharap Allah berkenan memberi nikmat panjang umur dalam kebaikan dan kemanfaatan untuk melakukan dan melalui masa itu juga, hehe).

Galau ini.. adalah galau menegenai kehidupan di masa depan yang pasti akan dilalui setiap manusia, mengenai kehidupan yang tak lagi fana, di akhirat sana. Setelah ajal menjemput, saat buku amal ditutup, pena diangkat, amalan dihisab, lalu kehidupan alam kekal dijalankan, akan seperti apakah kehidupan saya? Berbahagiakah (semoga) atau berada dalam golongan orang yang merugi (a'udzubillahi min dzalik)? Cukupkah dan pantaskah bekal ini untuk di akhirat menemui Allah nanti? Segala hal yang saat ini saya lakukan dan saya kira sebagai ibadah, benarkah tidak ternodai? benarkah ibadah saya ini karena Allah - lillahi ta'ala? Padahal, sungguh, hati ini begitu lemah, mudah terjerumus dalam riya' dan sum'ah, entah dirasa ataupun tidak, spontan atau terbersit dalam hati, sengaja atau tidak disengaja. Meski dalam hati selalu berusaha mengingat Allah dan menekankan pada diri sendiri untuk tidak berharap balasan selain keridhoan Allah, tapi cukup kuatkah iman dan akhlak ini ketika diuji dengan kenikmatan dan pujian? Padahal hanya sedikit orang yang berdoa kepada Allah mohon imannya dikuatkan saat menerima cobaan yang berupa kenikmatan, apakah saya termasuk orang itu?

Saat amalan manusia diperlihatkan di hari akhir nanti, Saya, seorang hamba Allah yang pasti banyak salah dan dosa. Saat di dunia Allah melindungi saya dengan menutupi aib-aib saya, tapi di hari hisab dan pembalasan nanti... sungguh, tak satu pun dari kita yang tau.

Ya Allah, sungguh hamba-Mu ini lemah, sungguh hanya kepada Engkaulah kami kembali, dan sungguh pada hari yang Engkau tentukan itulah amalan-amalan dihisab, sebagaimana yang tlah Engkau janjikan,

Ya Rahmaan, saat catatan amalan itu diberikan, maka izinkalah hamba untuk menerimanya dengan tangan kanan dari sebelah kanan, kemudian termasuk dalam golongan hamba-Mu yang berbahagia dengan keluarga di syurga. Janganlah Engkau menjadikan hamba bagian dari hamba-Mu yang menerima catatan amal dari belakang punggungnya, lalu menyesal di hari itu.

Ya Rohiim, hisab pada setiap makhluk itu pasti adanya, maka hisablah aku dengan hisab yang ringan, dan tutupilah aib-aib sebagaimana Engkau berkenan menutup aib di dunia....

Tuesday, August 14, 2012

Cheese Cake (No Bake)

0


Bulan puasa, di rumah, tiba-tiba Afina (teman satu kampus-beda jurusan, satu kost, dan satu daerah asal) nge-sms, ngajakin bikin kue di rumahnya. Kebetulan banget, kemarin abis ngikutin channel youtubenya Titli Nihaan nemu no-bake cheesecake (video resep disini). Jadi.. mau nyoba bikin no-bake cheesecake bareng Afin, :)
Cheesecake ini, sejujurnya.. tergolong kue mahal buat saya *ngelap air mata*. Gimana gak mahal kalau seloyang ukuran 22 cm yg saya sama Afin bikin ini, bermodalkan creamcheese+sourcream+buah yang..harganya bikin cengar-cengir subhanallah, haha
Untungnya, cheesecake no-bake ini tergolong kue yang tingkat keberhasilannya tinggi banget, hampir bisa dipastiin ga bakal gagal. Jadi, boleh banget dicoba meski buat pemula ^^
Bahan dan cara, liat di video itu aja lah yaa.. foto di postingan ini yang hasil saya sama afin, maaf kurang jelas, masalah lighting dan camera :D