Tuesday, September 4, 2012

Sayur Bayam Jagung Manis

0


Sayur bening itu.. kayaknya jenis masakan berkuah yang paling simpel untuk dibuat, tinggal potong-potong, cemplungin, jadi.. haha.
Sebagai anak kos, menemukan tempat makan yang menjual sayur itu agak susah. Dan yang penting… kalau masak sendiri bisa bebas MSG dan kebersihan terjaga :)
ini masakan makan malam saya hari ini, simpel buat dibikin sama anak kosan bahkan buat yang ngaku ga bisa masak :D Oiya, ini resepnya cuma modal feeling, jadi harap maklum kalau beda sama resep2 lain yang udah ‘ahli’ masak
bahan:
1 ikat bayam, siangi dgn memilih daun yg bagus + batang yg muda
2 siung bawang putih, memarkan/keprek lalu cincang halus
2 siung bawang merah, diiris halus
1 sendok teh garam
2 cm lengkoas/laos (kalau ada dan kalau suka), dimemarkan
air, secukupnya
kerupuk ikan mentah (ini cuma ala saya, soalnya kerupuk direbus itu jadi mirip kwetiau, enak, haha)
1/2 buah jagung manis, pipil (bisa pakai pisau atau manual pake tangan)
___
cara buat:
setelah bahan siap, panaskan air di panci/rice cooker, dan masukkan jagung
saat air di panci/rice cooker mulai panas, masukkan bawang merah, bawang putih, dan laos kedalam air (dalam keadaan kompor tetap menyala, atau kalau pakai rice cooker - rice cookernya dalam mode cooking)
masukkan kerupuk mentah (ini buat yg mau nyoba atau buat yg suka, asli karangan saya)
waktu air mulai mendidih, masukkan bayam, aduk-aduk sampai bayam layu, (sayur bayam, jangan terlalu lama dimasaknya, ya ^^ )
matikan kompor/rice cooker, masukkan garam dan aduk
tada… sayur bayam sudah jadi
____
perkiraan biaya (maksimal) untuk semangkuk sayur bayam+jagung:
bawang merah+putih, biasanya Rp 2.000 dapat 1/4 atau 1/8 kg campur, cukup utk 3 kali masak
jagung manis paling mahal Rp 7.500 per kg, kalo besar isinya 3-4 buah sekilo
garam, kalau garam yg sudah beryodium dan dimurnikan bisa skitar Rp 3.000 per bungkus, bisa untuk 3 minggu kalau masak 3 kali sehari, hehe
bayam, seikat paling mahal biasanya Rp 1.000

____ total per porsi, kurang lebih Rp 3.000 (paling mahal)

Monday, August 27, 2012

Allah, ini adalah kegalauan seorang hamba-Mu

0

Saat orang-orang bilang galau itu gak penting, saya merasa galau itu sifatnya penting-gak penting, relatif. Banyak orang yang menganggap kata galau hanya serasi untuk hal-hal yang berkaitan dengan perasaan hati-nikah-pasangan dan sejenisnya saja. Kalau lah itu benar, maka saya tidak punya padanan kata yang enak digunakan untuk mendeskripsikan apa yang sedang mengganggu pikiran saya.

Yup, saya GALAU.

Tiba-tiba saja pikiran itu terus membayangi saya, mengenai kehidupan jauh di masa yang akan datang. Bukan, bukan tentang impian seorang pemudi yang ingin menjadi ibu, mengasuh anak, berumahtangga dan sebagainya. Karena kalau galau ini tentang itu, ah, bahkan saya tak tahu sampaikah umur saya nanti ke tahap itu (Meski saya berharap Allah berkenan memberi nikmat panjang umur dalam kebaikan dan kemanfaatan untuk melakukan dan melalui masa itu juga, hehe).

Galau ini.. adalah galau menegenai kehidupan di masa depan yang pasti akan dilalui setiap manusia, mengenai kehidupan yang tak lagi fana, di akhirat sana. Setelah ajal menjemput, saat buku amal ditutup, pena diangkat, amalan dihisab, lalu kehidupan alam kekal dijalankan, akan seperti apakah kehidupan saya? Berbahagiakah (semoga) atau berada dalam golongan orang yang merugi (a'udzubillahi min dzalik)? Cukupkah dan pantaskah bekal ini untuk di akhirat menemui Allah nanti? Segala hal yang saat ini saya lakukan dan saya kira sebagai ibadah, benarkah tidak ternodai? benarkah ibadah saya ini karena Allah - lillahi ta'ala? Padahal, sungguh, hati ini begitu lemah, mudah terjerumus dalam riya' dan sum'ah, entah dirasa ataupun tidak, spontan atau terbersit dalam hati, sengaja atau tidak disengaja. Meski dalam hati selalu berusaha mengingat Allah dan menekankan pada diri sendiri untuk tidak berharap balasan selain keridhoan Allah, tapi cukup kuatkah iman dan akhlak ini ketika diuji dengan kenikmatan dan pujian? Padahal hanya sedikit orang yang berdoa kepada Allah mohon imannya dikuatkan saat menerima cobaan yang berupa kenikmatan, apakah saya termasuk orang itu?

Saat amalan manusia diperlihatkan di hari akhir nanti, Saya, seorang hamba Allah yang pasti banyak salah dan dosa. Saat di dunia Allah melindungi saya dengan menutupi aib-aib saya, tapi di hari hisab dan pembalasan nanti... sungguh, tak satu pun dari kita yang tau.

Ya Allah, sungguh hamba-Mu ini lemah, sungguh hanya kepada Engkaulah kami kembali, dan sungguh pada hari yang Engkau tentukan itulah amalan-amalan dihisab, sebagaimana yang tlah Engkau janjikan,

Ya Rahmaan, saat catatan amalan itu diberikan, maka izinkalah hamba untuk menerimanya dengan tangan kanan dari sebelah kanan, kemudian termasuk dalam golongan hamba-Mu yang berbahagia dengan keluarga di syurga. Janganlah Engkau menjadikan hamba bagian dari hamba-Mu yang menerima catatan amal dari belakang punggungnya, lalu menyesal di hari itu.

Ya Rohiim, hisab pada setiap makhluk itu pasti adanya, maka hisablah aku dengan hisab yang ringan, dan tutupilah aib-aib sebagaimana Engkau berkenan menutup aib di dunia....

Tuesday, August 14, 2012

Cheese Cake (No Bake)

0


Bulan puasa, di rumah, tiba-tiba Afina (teman satu kampus-beda jurusan, satu kost, dan satu daerah asal) nge-sms, ngajakin bikin kue di rumahnya. Kebetulan banget, kemarin abis ngikutin channel youtubenya Titli Nihaan nemu no-bake cheesecake (video resep disini). Jadi.. mau nyoba bikin no-bake cheesecake bareng Afin, :)
Cheesecake ini, sejujurnya.. tergolong kue mahal buat saya *ngelap air mata*. Gimana gak mahal kalau seloyang ukuran 22 cm yg saya sama Afin bikin ini, bermodalkan creamcheese+sourcream+buah yang..harganya bikin cengar-cengir subhanallah, haha
Untungnya, cheesecake no-bake ini tergolong kue yang tingkat keberhasilannya tinggi banget, hampir bisa dipastiin ga bakal gagal. Jadi, boleh banget dicoba meski buat pemula ^^
Bahan dan cara, liat di video itu aja lah yaa.. foto di postingan ini yang hasil saya sama afin, maaf kurang jelas, masalah lighting dan camera :D

Thursday, July 19, 2012

Mohon ingatkan saya, saat saya lupa

0

Sebagai insan yang dewasa, suatu hari, saya mungkin lupa dengan apa yang pernah saya katakan. Suatu waktu, mungkin saya lupa dengan apa yang tidak saya sukai. Suatu saat, mungkin saya lupa dengann apa yang saya hormati. Suatu masa, mungkin saya akan lupa melakukan hal-hal yang saya hindari.

Hari ini saya bisa bilang, saya tidak suka dengan orang yang picik. Saya berdoa kepada Allah dan berusaha menghindari sifat picik. Tapi, bukankah tetap memungkinkan, suatu hari, ada orang yang berpikir saya picik?
Kali ini saya katakan, saya tidak suka dengan orang egois dan temperamen. Saya beusaha sebisa mungkin tidak menjadi orang dengan karakter yang egois dan temperamen. Tapi suatu waktu, mungkin saja saya tetiba menjadi begitu egois dan temperamental. Saat ini saya tidak suka dengan gosip. Tapi, bukankah saya dapat dengan mudahnya ikut bergosip tanpa sadar?

Menyadari diri sebagai pribadi yang (pasti) masih banyak khilaf, salah, dan melakukan apa yang sebetulnya tidak disukai, bukankah sangat wajar jika suatu hari ada orang disekitar saya yang mengingatkan? Oleh karena itu, teman, siapapun anda yang membaca ini dan mendapati saya melakukan hal-hal yang saya tidak sukai dan Allah tidak sukai, mohon ingatkan saya, dan juga ingatkan saya untuk menerima peringatan itu dengan hati yang lapang.

:)

Monday, June 18, 2012

Selamat tinggal, pacar tersayang

0

sore ini, gerimis menyapa aspal jalan di depan rumah,
rintiknya sampaikan salam kerinduan pada bumi
syahdu suaranya yang mengusap lara pada muka bumi,
apa kau juga rindu padaku? apakah gerimis dan  salam rindu ini darimu?
Here i'm, standing and waiting for you...

Hehe, kalimat itu kaya orang galau, ya? Oke, saya ngaku.. sedang galau, ditinggal oleh teman sehari-hari.
Kulitnya berwana gelap, tampilannya elok elegan, gagah namun tak jumawa. Badan yang proporsional, tak terlalu kurus tipis, tak juga terlalu gemuk kelebihan bobot. Teman yang setia menemani hari-hari perjuangan selama kuliah, juga pada malam-malam panjang perlu bergadang menyelesaikan deadline tugas. Teman yang tabah dan meneguhkan tatkala diri ini harus membagi pikiran, memutar otak, menyelesaikan beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan. Teman belajar saat jiwa ini haus terhadap ilmu yang sangat jauh berbeda dari apa yang dipelajari di bangku kuliah, teman menelaah yang tangguh saat otak ini mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan saintifik, religi, maupun polemik.

Kalaulah istilah "pacar itu diidentikkan dengan sosok yang setia menemani, ada kapanpun saat dibutuhkan, dan dapat diandalkan, maka teman saya ini bisa disebut sebagai pacar saya. Pacar saya ini memang tak punya hati dan perasaan, tapi seringkali dia begitu memahami saya karena dia cerdas dengan otak buatan. Teman saya ini memang tak punya lisan untuk bicara, tapi seringkali dia asik diajak cerita dan jadi pendengar setia. Teman saya ini tidak diciptakan dengan emosi, tapi bisa panas kalau kelamaan menunggu saya mikir dan gak ngobrol-ngobrol sama dia.

Tapi pacar saya ini sudah mati. Pacar saya ini mengorbankan diri saat saya harus memilih, bakti kepada nenek atau tetap bersamanya. Saya ingat detik-detik terakhir hidupnya. Hari itu, saya sedang bersamanya mengerjakan suatu tugas, dan tiba-tiba saya dipanggil oleh Bibi untuk menemani nenek ke rumah sakit. Karena tugas itu mendekati batas waktu pengumpulan, saya mengajaknya ikut menemani nenek ke rumah sakit, tanpa memberinya waktu untuk berkemas dan menggunakan pelindung. Sampai di rumah sakit, saat nenek duduk di kursi rodanya, saya bingung bagaimana dengan nasib pacar saya, bagaimana saya harus mendorong kursi roda sambil membawa pacar saya yang saat itu tidak dilindungi apa-apa, hanya dipegang tangan. Keputusan instan diambil, pacar saya menumpang kursi roda nenek, di bagian belakang, yang ternyata berisi air setinggi beberapa centimeter, dan saya baru menyadarinya ketika pacar saya keluar dari situ. Pacar saya mati, hari itu juga, hanya sinyal baterai yang masih tersisa.

Hei kamu, Aspire 4745G, tenangkah kamu di alam sana? Jasadmu di meja belajar masih kokoh hitam mengkilat, dan saya bingung harus diapakan. Bukankah kamu bilang mau menemani saya sampai wisuda? Sekarang baru selesai semester 6, kenapa sudah harus pergi? TA baru akan dimulai, perjuangan mahasiswa belum usai...

____
saya, yang galau memulai tingkat akhir tanpa pacar setia. Mau beli pacar baru minta ke orangtua kok rasanya gak enak, ya? Mau beli pake uang sendiri tapi lagi gak punya uang, hahaha...


Thursday, June 14, 2012

Dosa Menyebabkan Lupa

0

Imam adh-Dhahhak (wafat th. 102 H) rahimahullaah mengatakan, “Tidaklah seseorang mempelajari Al-Qur-an kemudian ia lupa, melainkan disebabkan dosa.” Beliau lalu membaca firman Allah,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” [Asy-Syuura: 30]

Kemudian beliau melanjutkan, “Musibah apakah yang lebih besar daripada melupakan al-Qur-an?”

___________________
___________________
Nemu ini di sebuah artikel, sungguh menohok sekali
ighfirlii yaa robb, sungguh diri ini tak luput dari banyak salah dan lupa.. :'(

sumber kutipan:
http://almanhaj.or.id/content/3277/slash/0