Thursday, April 26, 2012

Monday, April 23, 2012

Introspeksi dan Pujian

0

source: http://leilockheart.tumblr.com/post/3208637017/by
Introspeksi: penting!
M
engetahui bagaimana penilaian orang lain terhadap kita itu, buat saya kadang menarik tapi kadang gak perlu. Kadang-kadang bikin deg-degan, kadang bikin bingung, kadang bikin kita jadi bersyukur. Pendapat orang lain tentang kita, bisa jadi bahan untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Karena merugilah orang-orang yang keadaannya hari ini, sama atau bahkan lebih buruk dari hari kemarin.


Saat mendapat feedback dari orang lain, kadang wujud dari masukan ini gak enak rasanya: komentar, cacian, atau hal lain yang mungkin buat sebagian orang bisa bikin sakit hati dan sakit telinga. Tapi percayalah, komentar atau bahkan cacian ini lebih bernilai daripada pujian. Apalagi, kalau komentar orang yang kita anggap negatif ini ternyata benar, maka sikap yang baik buat kita adalah: bersyukur dan beristighfar! Ya, syukuri keadaan ini, karena saat kita mendapat masukan, berarti orang-orang sekitar kita memperhatikan kita, menyayangi kita, dan ingin agar performa kita lebih baik di kesempatan berikutnya. Kita juga perlu beristighfar, memohon ampun pada Allah karena telah melakukan kesalahan, dan kalau kesalahan ini merugikan orang lain berarti kita juga perlu meminta maaf kepada orang tersebut.


Alhamdulillah, saya dipuji!
Eittss.. jangan merasa senang. Karena sesungguhnya pujian adalah ujian.  Memuji seringkali berarti membinasakan. Dan banyak orang baik yang tergelincir menjadi riya' karena pujian. Rasulullah صلي الله عليه وسلم melarang pujian terhadap orang lain, apalagi yang berlebihan dan dihadapan orang tersebut.

Abu Musa berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendengar seorang pria berlebih-lebihan dalam memuji seorang. Rasulullah صلي الله عليه وسلم lalu bersabda,
”Kalian telah membinasakan atau mematahkan punggung orang itu.”- Shahih Bukhari
Kenapa gak boleh dipuji? Karena orang lain yang memuji kebaikan-kebaikan yang ada pada diri kita, sesungguhnya tidak mengetahui diri kita secara keseluruhan. Padahal, sebagai manusia biasa, kita pasti banyak dosa. Yang paling mengetahui baik-buruknya diri kita adalah kita sendiri (dan Allah tentunya). Kalaulah orang itu mengetahui seluruh keburukan dan kebaikan kita, masihkah dia memuji kita?


Do'a ketika mendapat pujian
اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ
Allahumma anta a’lamu minni bi nafsiy, wa anaa a’lamu bi nafsii minhum. Allahummaj ‘alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh-firliy maa laa ya’lamuun, wa laa tu-akhidzniy bimaa yaquuluun. 

[Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka] ( Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4/228, no.4876. Lihat Jaami’ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 25/145, Asy Syamilah)

____________________
sumber hadits dan do'a, saya ambil dari sini: http://rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/3752-gila-pujian-dalam-beramal.html


Sunday, April 15, 2012

Cantik itu.. mahal ya?! (antara saya dan kawat orthodontic)

2



Saya lupa kapan tepatnya mulai menggunakan kawat gigi, yang saya ingat cuma tahun dan bulan nya: Januari 2010. Jadi, sampai saat ini benda asing berupa kawat melintang dan bracket yang menempel pada permukaan gigi saya sudah berumur 2 tahun 3 bulan. Terakhir kali saya kontrol ke dokter gigi pada Bulan Maret minggu ke-3, beliau mengatakan kalau kawat gigi saya ini sudah bisa dilepas dua minggu kemudian. Tapi, karena kesibukan kuliah dan hari libur, saya belum mengunjungi dokter gigi untuk melepas kawat gigi ini.
Selama 2 tahun lebih mencoba berteman dengan kawat gigi atau biasa disebut behel, pastinya ada cerita hidup yang berkenaan dengan alat yang saya pakai ini. Beberapa kejadian sedih, sakit, malu, dan senang pernah dialami bersama behel ini. Untuk kali ini, saya mau berbagi pengalaman yang berkenaan dengan persepsi orang-orang terhadap pengguna behel.
Lanjutkan..

Sunday, April 8, 2012

Senja untuk semua

0


Buat saya, kenampakan yang elok dari matahari dan sinarnya adalah bukti bahwa Allah subhanahu wa ta'ala itu Maha Pemberi dan Maha Penyayang. Karena sinar matahari itu dibagikan tanpa pilih kasih. Begitu juga dengan keindahannya saat terbit dan terbenam, siapapun yang mencari dan melihatnya, boleh menikmati.

Foto ini, diambil di warung tenda pinggir jalan seorang penjual es campur. Senja yang indah itu dari Allah untuk semua orang, juga untuk penjual es campur dan pedagang kaki lima lain di sepanjang jalan ini ^^

Saturday, March 31, 2012

seorang calon dan puncak gunung

2

Abang saya yang sedang skripsi nampaknya bosan saya buli-buli untuk ninggalin skripsinya sejenak supaya bisa diajak naik gunung. Saking bosannya, abang dengan asiknya bilang kaya gini,
"daripada bosen ngebujuk aa buat naik gunung sebelum wisuda, mending nyari calon suami yang seneng naik gunung juga deh.."

kemudian percakapan menjadi hening.. dan disudahi dengan salam.
sekali lagi, abang saya melakukan penggalauan kepada adiknya yang sampai saat ini kosong melompong -_____-"

Sunday, March 25, 2012

TOMCAT, bukan serangga baru

0


Sekarang ini, media informasi yang ada di tanah air sedang ramai membahas berita seputar TOMCAT. Serangga ini mendadak jadi begitu terkenal, sejak kemunculannya di sebuah kawasan elit daerah timur Pulau Jawa beberapa minggu lalu (dari tanggal tulisan ini dipublikasikan). Berita mengenai habitat asalnya, cara berkembang biak, racun, hingga apa yang disuka dan tidak disuka oleh TOMCAT rasanya sudah diliput berbagai media massa. Seperti biasa, pemberitaan media yang bertubi dan sering "overexposed" membuat masyarakat Indonesia yang tekun menonton berita menjadi panik.
Tomcat itu, apa sih?
Waktu awal-awal tomcat disebut di berita, saya bingung apa itu tomcat. Karena berita yang ada semuanya bernada heboh seolah tomcat ini adalah wabah mematikan. Pas saya liat foto tomcat ini... saya malah ketawa-ketiwi, menertawakan sebuah pengalaman masa muda jaman SMA *halah, padahal sekarang juga masih muda. Serangga yang disebut tomcat ini ternyata adalah serangga yang begitu akrab menyapa hari-hari saya di asrama sewaktu masih SMA sejak tahun 2006. Hanya saja, dulu kami tidak tau kalau serangga itu disebut tomcat, kami biasa menyebutnya serangga herpes. Disebut serangga herpes karena racun dari serangga ini bisa membuat kulit melepuh seperti saat terkena virus herpes.
Kenapa serangga ini baru muncul dan terkenal sekarang sih?