Sunday, December 16, 2012

Pasir Nalangsa - Negeri di Awan

0



Pasir Nalangsa, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia - Foto diambil tanggal 16 Desember 2012, sekitar pukul 10 pagi.

- sebuah jurang yang terlihat elok, terutama saat berkabut, serasa melihat negeri di atas awan, hehehe.

Pasir, dalam bahasa Sunda artinya adalah bukit. Sedangkan nalangsa adalah nelangsa, atau sedih. Saya sendiri, tidak tahu kenapa tempat ini dinamakan Pasir Nalangsa. Foto ini merupakan hasil kunjungan saya yang kedua, dalam perjalanan pulang dari rumah Kakek di Cikalong. Berkunjung tak sengaja ke tempat ini karena salah satu anggota keluarga mendadak ingin ke toilet, hehe.

Untuk mencapai ke tempat ini, bisa menaiki mini bus non-AC dari terminal Tasikmalaya tujuan/trayek Cikatomas maupun Cikalong. Objek pemandangan jurang Pasir Nalangsa ini bukan objek wisata yang ramai, dua kali berhenti disana (selalu) hanya ada saya dan keluarga yang datang menikmati keindahan pemandangan ini. Jangan bayangkan ada lahan parkir pengunjung yang luas, pengunjung yang ramai, petugas penjaga gerbang tiket masuk, pedagang makanan dan oleh-oleh. Tempat ini benar-benar sepi, dan bukan merupakan objek wisata utama di daerah setempat.   Tempat ini hanya sebagai 'mini rest area', memiliki sebuah lahan parkir cukup untuk sekitar 6 mobil kecil, ada sebuah warung, dua buah balai dari bambu di tepi jurang untuk melihat pemandangan, dan sebuah penginapan bagi pengunjung yang ingin menginap (tapi kayaknya kosong terus).

dan.. ini foto 2 September 2011, saat tidak berkabut:

#CintaIndonesia #JelajahIndonesia

Tuesday, October 30, 2012

Catatan Kecil untuk Remaja

0


Pada  sebuah perjalanan dari rumah menuju pool bus AKAP, di dalam angkutan kota..
Empat orang remaja tanggung sekitar usia awal belasan mengobrol dengan asyik di angkutan tersebut. Mobil angkutan yang saat itu lengang membuat mereka leluasa mengobrol dengan suara nyaring. Suara senyaring itu cukup untuk membuat penumpang lain di dalam angkutan bisa mendengar apa yang mereka bicarakan tanpa perlu mencuri dengar. Mulanya, tak ada yang menarik dari percakapan mereka karena topik yang dibicarakan hanya seputar rencana jalan-jalan di pusat perbelanjaan, menonton film layar lebar, dan seputar tempat keramaian lain. Hingga akhirnya, kalimat-kalimat berikut terucap,
A: "Iya, males banget sama nyokap gue, pelitnya minta ampun. Gue minta uang buat beli sepatu gak dikasih"
B: "Emang mau beli sepatu apaan, lo?"
A: "Sepatu basket lah, kemaren gue liat di toko X, mall Y, ada keluaran sepatu basket baru"
C: "Emang lo bisa main basket?"
A: "Belom bisa, sih, tapi udah ga jaman lah sekolah pake sepatu keds. Cuma 700 ribu doang gitu"
D: "Iya, nyokap-bokap gue juga pelit, masa tadi gue mau brangkat nonton cuma dikasih 70ribu"
___
Uang-uang itu, adalah nominal yang besar bagi para pekerja keras. Sejumlah uang yang mereka awali dengan kata 'cuma' itu, bagi orang yang bekerja mengumpulkan pundi-pundi rupiah tentulah bukan sekedar cuma. Para pekerja tau, betapa berharganya sepuluhribu rupiah. Orang yang berusaha membanting tulang mencari penghidupan tau, bagaimana sulitnya menggenapkan uang 'receh' menjadi seribu.
 Tapi bagi orang yang tak merasakan kerja keras untuk mengisi perut agar tetap hidup, nominal itu tidak bermakna selain untuk habis dalam transaksi. Bagi orang-orang yang hanya perlu meminta dan menyebutkan jumlah yang diinginkan, uang dengan jumlah tersebut begitu kecil untuk segera ditukar dengan kepuasan.
 Dik, yang dilakukan orangtuamu bukanlah sikap pelit terhadap buah hatinya. Kalaulah bisa, orangtuamu tentu ingin memenuhi semua yang kau pinta. Tapi mungkin, saat kau meminta sejumlah uang itu, Ibumu sedang berpikir, bagaimana agar uang yang diberi ayah untuk hidup sehari-hari ini cukup. Ibumu mungkin saat itu sedang berpikir, bagaimana caranya agar keluarga ini bisa tetap makan besok, besoknya lagi, dan hingga uang halal lain datang lagi. Ibumu saat kau meminta uang itu, mungkin sedang berpikir, dimana keluarga ini akan tinggal jika besok tak bisa membayar kontrak rumah. Ibumu ketika itu sedang berfikir bagaiman aagar baiya sekolah tetap bisa dibayar, dan agar uang sakumu tetap ada.
 Dik, sekalipun orangtuamu mampu memenuhi semua yang kau pinta. Percayalah, kata tidakboleh itu bukan karena pelit. Tidakboleh itu ada karena kedua orangtuamu ingin kau belajar, bahwa tak semua yang diinginkan dapat dicapai. Tapi Tuhan akan memberi apa yang dibutuhkan hamba-Nya, maka orangtuamu mendidikmu dengan menolak keinginan yang tak berdasar kebutuhan. Kedua orangtuamu bukan ingin berlaku seperti Tuhan, tapi mereka menyadari bahwa anak adalah titipan, amanah dari Tuhan yang ketika dikembalikan tentunya harus dalam keadaan sebaik mungkin. Ayah dan Ibu, menyayangimu dengan menghindarkanmu dari ketidak-manfaatan peringai dunia.
 Dik, saat orangtuamu bertemu dengan teman-teman mereka, kadang mereka membicarakan kita, anaknya.  Apa yang saling mereka ceritakan tentang anak-anaknya? Kebaikan dari masing-masing anak. "Anak saya si A sekarang alhamdulillah sudah SMA, di sekolah B". "Anak saya kemarin Alhamdulillah sudah lancar membaca". "Anak saya yang besar sekarang alhamdulillah sudah bekerja". Lihatlah, pantaskah kita membalas penuturan manis mengenai diri kita itu dengan mengata-ngatai mereka di tempat umum dengan sebutan yang tak baik? Pelit, galak, gak ngerti kebutuhan anak muda, kolot, kuno, pantaskah ditujukan kepada mereka?
 Saat kita-yang merasa muda- ingin di mengerti, lalu kapan kita akan belajar memahami mereka? Padahal usia mereka semakin senja, dengan kondisi fisik yang tak seprima di masa muda, dan penyakit-penyakit tua mungkin mulai menghampiri keduanya. Begitukah cara kita membalas jasanya?

Sunday, October 21, 2012

-untitled-

0

Salah satu 'mood booster' terbaik adalah.. mendengar suara orangtua di seberang telepon sana.
___
Ayo semangat mengerjakan semua tugas dan kewajiban ini, Diiin!
Laa yukallifullaha nafsan illaa wus'ahaa :)

Saturday, October 20, 2012

Mengingat kematian

0


Tepat satu minggu yang lalu, 13 Oktober 2012, beberapa saat setelah waktu Maghrib, merupakan masa terakhir Nde’ (panggilan untuk Kakak dari Ibu, sepertinya diadaptasi dari Pakde) merasakan kehidupan fana dunia. Beliau wafat di usia sekitar 58 tahun, dengan meninggalkan seorang istri, seorang anak laki-laki, dan tiga orang anak perempuan. Beliau meninggal di rumah sakit, disaksikan oleh begitu banyak sanak family, bahkan anak dan cucu dari Kakek-Nenek saya yang banyak, hanya ada 1 orang cucu Kakek-Nenek yang tidak dapat melihat Nde terakhir kali.
Kematian adalah sebuah kepastian yang tak tertolak. Ini berlaku untuk saya, kamu, dia, mereka, kalian, yah kita semua. Hanya masalah waktu, kan? Kita tidak tau siapa yang akan menghadap Allah lebih dulu. Tua tak jadi jaminan akan berpulang duluan, karena yang muda pun banyak yang mendahului para tetua. Sehat tak jadi garansi hidup masih lama, karena yang sakit berpuluh tahun pun banyak yang didahului oleh yang hidupnya sehat. Waktu kematian adalah rahasia Allah yang terjaga.
Kematian orang lain yang meninggal selagi kita masih diberi kesempatan hidup adalah sebuah alarm, pengingat bahwa kita juga akan berpulang. Pulang ke kampung halaman, semua orang ingin bawa bekal banyak untuk sanak-keluarganya, maka begitu pula seharusnya setiap orang yang berpulang pada Tuhannya, ke tempat asal manusia itu terbuat. Maka, sudah sejauh mana persiapan kita? Sudah cukupkah bekal kita? Padahal kita bisa pulang kapan saja, entah setelah memiliki cucu, atau ketika baru memiliki anak satu, atau kapan tepatnya. Jadi, kapan kita akan bersiap?
Saat ada ajakan mencoba ini-itu, kesana-kemari, bersenang-senang dengan berbagai alasan, sesungguhnya orang yang diajak dan tidak mau itu bukan berarti tak mau bersenang-senang, bukan kelewat serius berpikir. Tapi orang itu mungkin tak ingin, saat Malaikat izrail menunaikan tugasnya, orang itu di tempat keramaian yang tidak memiliki nilai manfaat untuk masa hidupnya di akhirat. Orang itu juga tak mau, kalau kontrak hidupnya itu habis, disaat dia sedang melakukan kegiatan yang tak menambah berat timbangan amal baiknya di hari perhitungan amal, kelak. Orang itu juga tak sanggup, untuk membayangkan betapa dia akan kerepotan menjawab pertanyaan malaikat di dalam kubur nanti, jika kelak ibadahnya, amal, ilmunya tak cukup.
Setiap kematian, hendaknya mengingatkan kita..bahwa setiap pekerjaan yang kita lakukan akan dipertanggung jawabkan, ditanyakan lah nanti
untuk apa titipan rizki dari Allah digunakan? untuk kemanfaatan atau pemuas keinginan duniawi semata
apakah setiap bagian jasad ini diberi makan dengan sumber yang halal ataukah haram?
apakah waktu yang diberikan oleh Allah semasa hidup digunakan untuk amalan yang baik, atau yang buruk? untuk yang berpahala, ataukah berdosa? untuk yang bermanfaat, ataukah bahaya?
Kematian juga pengingat.. bahwa seramai dan hingar-bingar apapun kehidupan kita di dunia, lihatlah… dikubur, kita hanya sendiri. Menjawab pertanyaan malaikat kubur hanya ditemani keimanan dan amal.
Mengingat mati adalah mengambil pelajaran, bahwa hakikatnya hidup hanya perlu kata ‘cukup’, bukan lebih. Tak perlulah bermewah dalam hidup kalau tujuannya untuk pemuas, karena sejatinya yang dibutuhkan diri hanya cukup. Semegah apapun rumah di dunia, rumah yang kekal ternyata hanya ‘cukup untuk berbaring satu badan’ saja.
_____
ditulis oleh saya, yang juga masih harus banyak berbekal

akad nikah, in english

2


obrolan random dua wanita single
a: B, B... akad nikah! akad nikah!
b: apaan sih? siapa yang nikah? aku ga ada undangan buat hari ini
a: ituu... akad nikah, bahasa inggrisnya apa?
b: oooh.. solemnization
a: apa? Solemnization?! Tuh, kan.. kalau urusan nikah, B emang paling jago!
b: rrr... -__-" *ngasah sendok, cari es krim*
note: solemnization itu arti sebetulnya sih upacara tradisi gitu, kata kamus :-p tapi banyak dipakai untuk mengistilahkan akad-nikah, terutama di Malaysia

Dahlia

0



Dahlia, hasil beli di Simpang-Dago, Bandung, Rp 7.500 maret 2012
ini pohon bunga pertama saya selama tinggal di kost sebagai mahasiswa :D
saya baru tau, bunga dahlia itu ternyata satu pohon bisa 2 warna bunga, alami bukan sambungan, kaya pohon ini ^^
— tapi skarang udah mati, gara-gara ditinggal di kosan pas libur ke rumah 2 minggu— (T__T)
NB: Maaf, ngedit fotonya lebay, hehehe

Tuesday, October 2, 2012

tentang istiqomah dengan keputusan

0

Saat sudah memilih suatu pilihan dan membuat keputusan..
saat berusaha memantapkan hati dengan keputusan yg dibuat..
godaan datang dengan se-goda-godanya (hehe, gatau padanan kata yang tepat apa)
istiqomah itu emang susah luar biasa,
sampai-sampai dikatakan, 'istiqomah itu lebih baik dari seribu karomah'

beasiswa s2 eropa... sekarang lagi pada open application,
.
.
.
.
#godaankeputusan

Saturday, September 22, 2012

Biskuit Hias Coklat ^^ (resep coklat pasta)

4




pagi-pagi.. sebagai anak kosan yg mencoba selalu  teratur sarapan, perut sudah nge-band minta diisi.
Mau beli makanan kok rasanya malas ke luar kamar kos, akhirnya membuka lemari ‘harta karun’, nemu biskuit polos (tanpa rasa atau krim), minyak sayur, dan bahan untuk bikin praline coklat (coklat compound beserta filling nya).
Karena bosan kalau cuma makan biskuit doang, too mainstream gitu kayaknya, akhirnya melirik rice-cooker (salut lah buat penemu alat ajaib ini) untuk diberdayakan. Hahaha :p
Oke, caranya begini.. buat yg mau ngikutin biskuit coklat deco ‘made in sendiri’
Bahan:
biskuit, secukupnya sesukanya, saya pakai 1 pak skitar 30 keping
coklat compound, skitar 100 gram (gak ditimbang soalnya, feeling aja)
cappucino chocolate filling (optional, ga pake juga gapapa)
minyak sayur/mentega/butter, skitar 2 sendok makan (biar coklatnya ga terlalu keras)
Rice cooker yg ada kukusannya
plastik segitiga (yg biasa dipake untuk whip-cream, ini sifatnya optional juga)
wadah bertutup yang foodgrade untuk temperatur tinggi (misalnya kotak makan yg microwave-able gitu, kalau ga ada, bisa diganti pake mangkok porselen/keramik
___
Cara membuat:
1. Isi wadah rice-cooker dengan air, ga usah banyak-banyak dikira2 aja, lalu stel rice-cooker dalam mode: cooking
2. potong coklat compound jadi kecil-kecil, ga usah terlalu halus, ini supaya cepet meleleh aja kok :D
3. masukkan coklat compound ke wadah kotak makan plastik yg micro-wave-able atau foodgrade utk dipake mengukus, kalau saya sih pake mangkok keramik :)
4. tambahkan minyak sayur dan chocolate filling ke wadah berisi coklat
5. Buka rice-cooker, pasang wadah pengukus, letakkan wadah berisi coklat diatas kukusan,
6. Saat rice-cooker masih dalam mode cooking dan tutup tetap terbuka, aduk-aduk coklat yg sudah diatas kukusan tadi sampai coklat sebagian meleleh
7. Kalau coklat sudah agak meleleh, rice-cooker boleh distel jadi mode-warm
8. aduk terus coklat di rice cooker sampai seluruhnya meleleh dan minyak+filling tercampur merata
9. kalau coklat sudah meleleh seluruhnya, matikan rice-cooker, lalu angkat wadah coklat (hati2, panas) dan biarkan suhu coklat sedikit menurun, lalu masukkan ke plastik segitiga
10. coklat bisa dihias ke biskuit
___
Selamat mencoba ^^
ini hasil iseng-iseng saya:



Thursday, September 20, 2012

Monday, September 17, 2012

Tinggalkan, dan Allah Akan Menggantinya :)

1


Kemarin, saya mengirimkan sebuah pesan elektronik kepada pembimbing akademik di kampus. Surat yang berisi konsultasi bimbingan akademik itu, ditulis ba’da shubuh dengan perasaan yang campur-aduk, antara: berharap, sedikit ragu, yakin, dan sedikit tidak percaya diri. Surat elektronik yang panjangnya kira-kira hampir satu halaman a4 dengan margin normal di Ms. Word itu akhirnya bisa saya tulis setelah memohon kemantapan hati beberapa hari kepada Yang Terkasih dan Maha Pengasih - Allah Subhanahu wa ta’ala-.
Surat itu.. berisi sedikit mengenai cita-cita saya, mengapa berada di Teknik Metalurgi, keinginan studi kedepannya, harapan orangtua, dan… sedikit perubahan rencana yang berdampak besar terhadap cita-cita awal.
Ketika seseorang memiliki cita-cita, tapi kemudian bijaksananya kehidupan mengajarkannya untuk menempuh jalan lain yang masih bernilai kebenaran, gak apa-apa, kan? Selama ini saya -atas izin Allah- merencanakan hidup saya, bersekolah di tempat yang saya inginkan, dan melakukan hal-hal yang menurut saya bermanfaat dan menuju pada apa yang saya cita-citakan (cita-cita selain menjadi hamba Allah, anak, istri, dan ibu rumah tangga yang shalihah). Maka, saya rasa, untuk kali ini, merubah sedikit rencana awal berdasarkan harapan orangtua, adalah salah satu cara saya mencintai kedua orangtua saya. (kecup ibu bapak satu-satu)
dengan asma Allah dan tarikan nafas panjang, saya hilangkan keraguan dan rasa todak percaya diri, Surat elektronik itu pun akhirnya saya kirim…
Pagi tadi, saya membuka buku pemberian saudari saya (yg shalihah) Rahma, berjudul “Hafal Al-Quran Tanpa Nyantri” karya Abdud Daim Al-Kahil. Saya membuka halaman buku itu secara acak, dan langsung menemukan halaman dengan kalimat dan hadits indah ini:
Tinggalkanlah musik dan nyanyian, dan mulailah menghafal Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah subhanahu wa ta’ala, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
” Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik darinya” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)
Janji yang indah dari Allah, bukan?
Sore ini, Dosen Pembimbing Akademik saya memberikan balasan surat elektronik saya tersebut. Dan… jawaban beliau sungguh membuat saya merasa betapa begitu banyak nikmat Allah yang sangat sayang jika saya lupa mensyukurinya: punya orangtua yang cerdas sholih dan penyayang, punya adik-kaka yang cerdas-sholih/ah-pengertian, punya guru-guru yang ikhlas-perhatian-berdedikasi, punya teman-teman yang begitu dicinta dan mencinta, diberi kesempatan, diberi pinjaman waktu… dan banyak hal lain yang.. ah, tidak ada kalimat lain yg cukup untuk menggambarkannya selain Maasya- Allah dan Alhamdulillah ^^
Duhai Allah, yang memiliki waktu dan memberikan kesempatan kepada hamba-Nya, mudahkanlah kami dalam menuntut ilmu, tuntutnlah kami agar senantiasa berada pada jalan-Mu yang lurus, yang Engkau ridhai… Dan karena waktu ini ibarat pedang, maka jadikanlah waktu ini sebagai alat yang bermanfaat bagiku, bukan yang akan membinasakanku karena lalai dalam memanfaatkannya
—- Bismillahirrohmaanirrohiim… Tingkat 4, menuju wisuda sarjana, menuju awal magister, menuju penggenapan agama dengan orang yang masih gak tau siapa hehe—-
Mari meninggalkan hal yang kurang atau bahkan tidak bermanfaat, dan percayalah, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik :-)

Wednesday, September 12, 2012

Tuesday, September 4, 2012

Sayur Bayam Jagung Manis

0


Sayur bening itu.. kayaknya jenis masakan berkuah yang paling simpel untuk dibuat, tinggal potong-potong, cemplungin, jadi.. haha.
Sebagai anak kos, menemukan tempat makan yang menjual sayur itu agak susah. Dan yang penting… kalau masak sendiri bisa bebas MSG dan kebersihan terjaga :)
ini masakan makan malam saya hari ini, simpel buat dibikin sama anak kosan bahkan buat yang ngaku ga bisa masak :D Oiya, ini resepnya cuma modal feeling, jadi harap maklum kalau beda sama resep2 lain yang udah ‘ahli’ masak
bahan:
1 ikat bayam, siangi dgn memilih daun yg bagus + batang yg muda
2 siung bawang putih, memarkan/keprek lalu cincang halus
2 siung bawang merah, diiris halus
1 sendok teh garam
2 cm lengkoas/laos (kalau ada dan kalau suka), dimemarkan
air, secukupnya
kerupuk ikan mentah (ini cuma ala saya, soalnya kerupuk direbus itu jadi mirip kwetiau, enak, haha)
1/2 buah jagung manis, pipil (bisa pakai pisau atau manual pake tangan)
___
cara buat:
setelah bahan siap, panaskan air di panci/rice cooker, dan masukkan jagung
saat air di panci/rice cooker mulai panas, masukkan bawang merah, bawang putih, dan laos kedalam air (dalam keadaan kompor tetap menyala, atau kalau pakai rice cooker - rice cookernya dalam mode cooking)
masukkan kerupuk mentah (ini buat yg mau nyoba atau buat yg suka, asli karangan saya)
waktu air mulai mendidih, masukkan bayam, aduk-aduk sampai bayam layu, (sayur bayam, jangan terlalu lama dimasaknya, ya ^^ )
matikan kompor/rice cooker, masukkan garam dan aduk
tada… sayur bayam sudah jadi
____
perkiraan biaya (maksimal) untuk semangkuk sayur bayam+jagung:
bawang merah+putih, biasanya Rp 2.000 dapat 1/4 atau 1/8 kg campur, cukup utk 3 kali masak
jagung manis paling mahal Rp 7.500 per kg, kalo besar isinya 3-4 buah sekilo
garam, kalau garam yg sudah beryodium dan dimurnikan bisa skitar Rp 3.000 per bungkus, bisa untuk 3 minggu kalau masak 3 kali sehari, hehe
bayam, seikat paling mahal biasanya Rp 1.000

____ total per porsi, kurang lebih Rp 3.000 (paling mahal)

Monday, August 27, 2012

Allah, ini adalah kegalauan seorang hamba-Mu

0

Saat orang-orang bilang galau itu gak penting, saya merasa galau itu sifatnya penting-gak penting, relatif. Banyak orang yang menganggap kata galau hanya serasi untuk hal-hal yang berkaitan dengan perasaan hati-nikah-pasangan dan sejenisnya saja. Kalau lah itu benar, maka saya tidak punya padanan kata yang enak digunakan untuk mendeskripsikan apa yang sedang mengganggu pikiran saya.

Yup, saya GALAU.

Tiba-tiba saja pikiran itu terus membayangi saya, mengenai kehidupan jauh di masa yang akan datang. Bukan, bukan tentang impian seorang pemudi yang ingin menjadi ibu, mengasuh anak, berumahtangga dan sebagainya. Karena kalau galau ini tentang itu, ah, bahkan saya tak tahu sampaikah umur saya nanti ke tahap itu (Meski saya berharap Allah berkenan memberi nikmat panjang umur dalam kebaikan dan kemanfaatan untuk melakukan dan melalui masa itu juga, hehe).

Galau ini.. adalah galau menegenai kehidupan di masa depan yang pasti akan dilalui setiap manusia, mengenai kehidupan yang tak lagi fana, di akhirat sana. Setelah ajal menjemput, saat buku amal ditutup, pena diangkat, amalan dihisab, lalu kehidupan alam kekal dijalankan, akan seperti apakah kehidupan saya? Berbahagiakah (semoga) atau berada dalam golongan orang yang merugi (a'udzubillahi min dzalik)? Cukupkah dan pantaskah bekal ini untuk di akhirat menemui Allah nanti? Segala hal yang saat ini saya lakukan dan saya kira sebagai ibadah, benarkah tidak ternodai? benarkah ibadah saya ini karena Allah - lillahi ta'ala? Padahal, sungguh, hati ini begitu lemah, mudah terjerumus dalam riya' dan sum'ah, entah dirasa ataupun tidak, spontan atau terbersit dalam hati, sengaja atau tidak disengaja. Meski dalam hati selalu berusaha mengingat Allah dan menekankan pada diri sendiri untuk tidak berharap balasan selain keridhoan Allah, tapi cukup kuatkah iman dan akhlak ini ketika diuji dengan kenikmatan dan pujian? Padahal hanya sedikit orang yang berdoa kepada Allah mohon imannya dikuatkan saat menerima cobaan yang berupa kenikmatan, apakah saya termasuk orang itu?

Saat amalan manusia diperlihatkan di hari akhir nanti, Saya, seorang hamba Allah yang pasti banyak salah dan dosa. Saat di dunia Allah melindungi saya dengan menutupi aib-aib saya, tapi di hari hisab dan pembalasan nanti... sungguh, tak satu pun dari kita yang tau.

Ya Allah, sungguh hamba-Mu ini lemah, sungguh hanya kepada Engkaulah kami kembali, dan sungguh pada hari yang Engkau tentukan itulah amalan-amalan dihisab, sebagaimana yang tlah Engkau janjikan,

Ya Rahmaan, saat catatan amalan itu diberikan, maka izinkalah hamba untuk menerimanya dengan tangan kanan dari sebelah kanan, kemudian termasuk dalam golongan hamba-Mu yang berbahagia dengan keluarga di syurga. Janganlah Engkau menjadikan hamba bagian dari hamba-Mu yang menerima catatan amal dari belakang punggungnya, lalu menyesal di hari itu.

Ya Rohiim, hisab pada setiap makhluk itu pasti adanya, maka hisablah aku dengan hisab yang ringan, dan tutupilah aib-aib sebagaimana Engkau berkenan menutup aib di dunia....

Tuesday, August 14, 2012

Cheese Cake (No Bake)

0


Bulan puasa, di rumah, tiba-tiba Afina (teman satu kampus-beda jurusan, satu kost, dan satu daerah asal) nge-sms, ngajakin bikin kue di rumahnya. Kebetulan banget, kemarin abis ngikutin channel youtubenya Titli Nihaan nemu no-bake cheesecake (video resep disini). Jadi.. mau nyoba bikin no-bake cheesecake bareng Afin, :)
Cheesecake ini, sejujurnya.. tergolong kue mahal buat saya *ngelap air mata*. Gimana gak mahal kalau seloyang ukuran 22 cm yg saya sama Afin bikin ini, bermodalkan creamcheese+sourcream+buah yang..harganya bikin cengar-cengir subhanallah, haha
Untungnya, cheesecake no-bake ini tergolong kue yang tingkat keberhasilannya tinggi banget, hampir bisa dipastiin ga bakal gagal. Jadi, boleh banget dicoba meski buat pemula ^^
Bahan dan cara, liat di video itu aja lah yaa.. foto di postingan ini yang hasil saya sama afin, maaf kurang jelas, masalah lighting dan camera :D

Thursday, July 19, 2012

Mohon ingatkan saya, saat saya lupa

0

Sebagai insan yang dewasa, suatu hari, saya mungkin lupa dengan apa yang pernah saya katakan. Suatu waktu, mungkin saya lupa dengan apa yang tidak saya sukai. Suatu saat, mungkin saya lupa dengann apa yang saya hormati. Suatu masa, mungkin saya akan lupa melakukan hal-hal yang saya hindari.

Hari ini saya bisa bilang, saya tidak suka dengan orang yang picik. Saya berdoa kepada Allah dan berusaha menghindari sifat picik. Tapi, bukankah tetap memungkinkan, suatu hari, ada orang yang berpikir saya picik?
Kali ini saya katakan, saya tidak suka dengan orang egois dan temperamen. Saya beusaha sebisa mungkin tidak menjadi orang dengan karakter yang egois dan temperamen. Tapi suatu waktu, mungkin saja saya tetiba menjadi begitu egois dan temperamental. Saat ini saya tidak suka dengan gosip. Tapi, bukankah saya dapat dengan mudahnya ikut bergosip tanpa sadar?

Menyadari diri sebagai pribadi yang (pasti) masih banyak khilaf, salah, dan melakukan apa yang sebetulnya tidak disukai, bukankah sangat wajar jika suatu hari ada orang disekitar saya yang mengingatkan? Oleh karena itu, teman, siapapun anda yang membaca ini dan mendapati saya melakukan hal-hal yang saya tidak sukai dan Allah tidak sukai, mohon ingatkan saya, dan juga ingatkan saya untuk menerima peringatan itu dengan hati yang lapang.

:)

Monday, June 18, 2012

Selamat tinggal, pacar tersayang

0

sore ini, gerimis menyapa aspal jalan di depan rumah,
rintiknya sampaikan salam kerinduan pada bumi
syahdu suaranya yang mengusap lara pada muka bumi,
apa kau juga rindu padaku? apakah gerimis dan  salam rindu ini darimu?
Here i'm, standing and waiting for you...

Hehe, kalimat itu kaya orang galau, ya? Oke, saya ngaku.. sedang galau, ditinggal oleh teman sehari-hari.
Kulitnya berwana gelap, tampilannya elok elegan, gagah namun tak jumawa. Badan yang proporsional, tak terlalu kurus tipis, tak juga terlalu gemuk kelebihan bobot. Teman yang setia menemani hari-hari perjuangan selama kuliah, juga pada malam-malam panjang perlu bergadang menyelesaikan deadline tugas. Teman yang tabah dan meneguhkan tatkala diri ini harus membagi pikiran, memutar otak, menyelesaikan beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan. Teman belajar saat jiwa ini haus terhadap ilmu yang sangat jauh berbeda dari apa yang dipelajari di bangku kuliah, teman menelaah yang tangguh saat otak ini mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan saintifik, religi, maupun polemik.

Kalaulah istilah "pacar itu diidentikkan dengan sosok yang setia menemani, ada kapanpun saat dibutuhkan, dan dapat diandalkan, maka teman saya ini bisa disebut sebagai pacar saya. Pacar saya ini memang tak punya hati dan perasaan, tapi seringkali dia begitu memahami saya karena dia cerdas dengan otak buatan. Teman saya ini memang tak punya lisan untuk bicara, tapi seringkali dia asik diajak cerita dan jadi pendengar setia. Teman saya ini tidak diciptakan dengan emosi, tapi bisa panas kalau kelamaan menunggu saya mikir dan gak ngobrol-ngobrol sama dia.

Tapi pacar saya ini sudah mati. Pacar saya ini mengorbankan diri saat saya harus memilih, bakti kepada nenek atau tetap bersamanya. Saya ingat detik-detik terakhir hidupnya. Hari itu, saya sedang bersamanya mengerjakan suatu tugas, dan tiba-tiba saya dipanggil oleh Bibi untuk menemani nenek ke rumah sakit. Karena tugas itu mendekati batas waktu pengumpulan, saya mengajaknya ikut menemani nenek ke rumah sakit, tanpa memberinya waktu untuk berkemas dan menggunakan pelindung. Sampai di rumah sakit, saat nenek duduk di kursi rodanya, saya bingung bagaimana dengan nasib pacar saya, bagaimana saya harus mendorong kursi roda sambil membawa pacar saya yang saat itu tidak dilindungi apa-apa, hanya dipegang tangan. Keputusan instan diambil, pacar saya menumpang kursi roda nenek, di bagian belakang, yang ternyata berisi air setinggi beberapa centimeter, dan saya baru menyadarinya ketika pacar saya keluar dari situ. Pacar saya mati, hari itu juga, hanya sinyal baterai yang masih tersisa.

Hei kamu, Aspire 4745G, tenangkah kamu di alam sana? Jasadmu di meja belajar masih kokoh hitam mengkilat, dan saya bingung harus diapakan. Bukankah kamu bilang mau menemani saya sampai wisuda? Sekarang baru selesai semester 6, kenapa sudah harus pergi? TA baru akan dimulai, perjuangan mahasiswa belum usai...

____
saya, yang galau memulai tingkat akhir tanpa pacar setia. Mau beli pacar baru minta ke orangtua kok rasanya gak enak, ya? Mau beli pake uang sendiri tapi lagi gak punya uang, hahaha...


Thursday, June 14, 2012

Dosa Menyebabkan Lupa

0

Imam adh-Dhahhak (wafat th. 102 H) rahimahullaah mengatakan, “Tidaklah seseorang mempelajari Al-Qur-an kemudian ia lupa, melainkan disebabkan dosa.” Beliau lalu membaca firman Allah,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” [Asy-Syuura: 30]

Kemudian beliau melanjutkan, “Musibah apakah yang lebih besar daripada melupakan al-Qur-an?”

___________________
___________________
Nemu ini di sebuah artikel, sungguh menohok sekali
ighfirlii yaa robb, sungguh diri ini tak luput dari banyak salah dan lupa.. :'(

sumber kutipan:
http://almanhaj.or.id/content/3277/slash/0

Thursday, May 17, 2012

NKRI jadi negara bagian AS? (kritik terhadap gerakan gabung amerika)

0

Ada beberapa berita yang membuat panas telinga banyak masyarakat Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Jika sebagian pengamat budaya mengatakan tipikal watak orang Indonesia saat ini adalah seperti raksasa tidur - yang nyaman dininabobokkan tapi berbahaya kalau diusik, maka adanya recruitment gerakan gabung Amerika adalah sebuah tindakan yang membangunkan tidurnya raksasa itu. Masih ingat bagaimana 'adem ayem'nya orang Indonesia dalam menjaga perbatasan? Tapi jangan pernah lupakan marahnya orang Indonesia saat tau pulau-pulau itu diakui negara tetangga. Nah, langkah yang digagas oleh pencetus ide merobohkan NKRI untuk kemudian bergabung dengan Amerika Serikat menjadi negara bagian ke-51 itu, sekali lagi, ibarat membangunkan raksaasa tidur atau dengan kata lain cari-cari masalah.

Saya sempat melihat halaman blog pencetus gerakan itu. Karena saya tidak berkenan menautkan alamat blog tersebut, pembaca saya persilakan mencari sendiri blog tersebut: gAMERIKA atau Gamerika, dan sejenisnya. Di blog tersebut dijelaskan dengan sangat tidak jelas dan tidak rinci, bahwa ide untuk meniadakan NKRI didasari oleh suara hati, karena lelah melihat penderitaan bangsa, dan jengah dengan pemilihan pemimpin di Indonesia yang tak kunjung memberikan perubahan. Kenapa saya katakan tidak jelas dan tidak rinci? Karena pencetus ide tersebut memang terlihat tidak mengkaji lebih jauh apa yang dia gagas. Ide itu begitu mentah, dan sama sekali tidak menjadi solusi bagi permasalahan bangsa Indonesia saat ini.

Satu alasan yang menjadi barang dagangan gerakan itu adalah "pendapatan orang amerika serikat yang berkali-kali lipat dibanding orang Indonesia". Untuk dapat mengambil kesimpulan ini sangat mudah, klik menu home dan pembaca akan disuguhi oleh daftar besarnya pendapatan orang Hawaii dari berbagai profesi, termasuk yang paling sering dia gembar-gemborkan: UMR Rp 16.000.000! Daftar pendapatan itu juga dilengkapi dengan sekilas sejara Hawaii yang dulunya republik merdeka kemudian memutuskan untuk bergabung dengan Amerika. Dari sini, terlihat jelas bahwa fokus gerakan ini adalah jualan "nominal gaji". Ajakan untuk menjadi kaya sehingga bisa hidup makmur sejahtera, dengan nominal gaji minimal Rp 16 juta. Bahkan dalam aksinya yang dilaporkan Tempo.co membawa spanduk menawarkan gaji Rp 36 juta per bulan.

Orang itu nampaknya tau bahwa UMR Indonesia masih berkisar di angka Rp 1 juta, maka dia jual 'produk'nya 16x. Mungkin orang itu juga tau bahwa gaji pokok PNS berbagai profesi golongan III sekitar Rp 2-3juta, nanti baru ditambah berbagai tunjangan yang bisa berbeda tiap daerah dan tiap oran, maka di jual 'barang dagangan' itu dengan gaji guru RP 39juta, insinyur 75 juta, dan sebagainya. Orang pencetus ide itu sepertinya menonton berita bahwa belum lama ini hakim kita minta naik gaji, maka dia labeli bahwa barang dagangannya ini bisa memberikan gaji hakim 85 juta rupiah per bulan.

Tapi, mungkin orang itu lupa menengok kurs pertukaran antara Rupiah - Dollar Amerika Serikat. Jadi, izinkan saya yang memberi tau: Rp 9234-Rp 9326 per Dollar AS (sumber bi.go.id). Jadi, berapa nilai UMR yang sangat wah RP 16 juta itu dalam dollar amerika? Simpel, sekitar : US$ 1732.72. Besar kah pendapatan ini per bulan? Mungkin ada yang menjawab cukup atau tidak itu tergantung orangnya. Tapi mari berbicara dengan data, menurut situs ini setelah saya pilih yang mendasar kira-kira seperti:

Jadi, besarkah UMR 16 juta rupiah itu? Tidak. Karena Biaya sebesar itu hanya cukup (bahkan kurang) untuk hidup pas-pasan dengan biaya hidup rata-rata ala Amerika Serikat per orang di berbagai negara bagian. Meski beberapa negara bagian memiliki living cost yang lebih rendah, tapi total kebutuhan hidup yang saya masukkan dalam daftar primer itu tidak berbeda terlalu jauh, sekitar US$ 1500 - 2000. Apakah bergabung dengan Amerika Serikat memberikan kesejahteraan buat rakyat Indonesia yang bergaji disekitar UMR? Tidak. Orang-orang mungkin melihat nilai Rp 16.000.000 adalah nominal uang yang besar, tapi itu karena menggunakan sudut pandang gaji Amerika - biaya hidup Indonesia. Logika sederhananya, ketika suatu wilayah masuk dalam kedaulatan suatu negara, maka secara alamiah dan ekonomi akan terjadi penyetaraan atau penyeimbangan harga dan biaya hidup. Orang yang mengusung gAMERIKA bahkan menggunakan Hawaii sebagai perbandingan. Padahal, biaya hidup di Hawaii termasuk paling tinggi diantara negara bagian Amerika Serikat (meski tidak semahal Washington DC). Oiya, jangan lupa! Pendapatan ini belum dipotong pajak penghasilan yang persentase pajak di Amerika lebih tinggi dari pajak di Indonesia. Jadi, kalau di Indonesia -yang katanya mau dirobohkan ini- orang-orang malas bayar pajak dan keberatan penghasilannya dipotong 10%, apakah membiarkan masyarakat dengan penghasilan RP 16.000.000 yang ternyata pas-pasan itu dipotong pendapatannya dengan potongan yang lebih besar adalah sebuah solusi? Tidak.

Hal lain yang belum (atau bahkan mungkin tidak?) dipikirkan oleh pencetus ide aneh itu adalah harga minyak bumi. Di negara yang membuat pencetus ide pusing dan putus asa ini, ribuan orang turun ke jalan bahkan sampai bentrok, kontak fisik, dan rusuh untuk menolak pencabutan subsidi BBM. Bahan bakar minyak untuk kendaraan yang saat ini menjadi favorit masyarakat Indonesia adalah premium yang dijual (dengan subsidi) dikisaran harga Rp 4500 per liter. Saat wilayah lebih 17.000 pulau ini dijadikan bagian dari AS, maka harga minyak bumi yang paling akan mendapat imbasnya. Meski AS memiliki sistem negara bagian yang bagi sebagian orang mungkin lebih 'otonom' daripada sistem negara kita saat ini, tapi percayalah bahwa harga minyak bumi tidak mungkin lagi disubsidi. Minyak bumi untuk kendaraan di AS saat ini dijual seharga US$3.8-3.9 per galon (sekitar Rp 9200-9500 per liter menurut situs ini). Jadi, kalau orang yang menggagas ide gabung dengan Amerika ini mengatakan ide itu tercetus karena prihatin melihat kondisi bangsa, bergabung dengan Amerika Serikat jelas bukan sebuah solusi, juga tidak bisa dibilang sebagai bentuk pertolongan orang yang prihatin melihat nasib bangsa. Terlepas dari pro dan kontra pencabutan atau pengurangan subsidi BBM itu sendiri, yang bisa kita bayangkan adalah.. semua harga kebutuhan akan naik. Masyarakat yang mendengar rencana 'kenaikan akibat pengurangan subsidi sebesar Rp 1500-2000' saja sudah mengamuk, merusak pagar dan gedung, mau jadi seperti apa kondisi keamanan kita akibat pendemo kalau jadi Rp 9.500 per liter? Kenaikan harga BBM itu berlaku untuk semua negara yang 'belum mandiri' dalam mengelola sumber daya energinya, percayalah bahwa warga AS pun tidak suka dengan kenaikan BBM dan itu membuat mereka galau.

Hal lain yang diungkapkan oleh pencetus ide adalah tunjangan bagi pengangguran. Ah, ya.. nampak sangat menggiurkan. Kita tak punya pekerjaan pun tak perlu merasa terlalu stress karena ada pemerintah yang begitu menyayangi rakyatnya dengan tunjangan bagi pengangguran. Tapi, apakah anda tahu berapa jumlah pengangguran di AS saat ini? Pada September 2011, tempo.co menulis bahwa rata-rata orag AS menunggu panggilan kerja atau menganggur selama lebih dari 40 minggu. Lebih dari 40% pekerjaan di AS termasuk pekerjaan dengan penghasilan rendah. 77% bisnis skala kecil di AS tidak berencana menambah karyawan. Apa artinya? artinya, tingkat pengangguran di AS pun tinggi. Adanya tunjangan itu bukanlah sebuah jaminan bahwa tidak akan ada kelaparan dan kesusahan. Pernyataan "pengangguran dapat tunjangan" terkesan memberitahu bahwa di AS, anda bisa menjadi pengangguran tanpa takut kelaparan. Kenyataannya? Jumlah tunawisma di AS terus meningkat. Pada tahun 2008, diberitakan oleh usatoday.com, ada sekitar dua juta penduduk AS yang mencari bantuan dana tempat tinggal. Sumber lain bahkan mengatakan bahwa 50 kota di AS saat ini menjadi 'kota tenda'. Tenda-tenda itu digunakan sebagai tempat tinggal bagi orang-orang yang tidak memiliki rumah, yang keadaannya sama seperti di Indonesia: beralaskan tikar atau bahkan beralaskan tanah. Kondisi tenda-tenda ini juga dikabarkan tidak higienis, tanpa toilet dan listrik, hanya aada satu tenda komunal yang memiliki tungku untuk menghangatkan diri ketika musim dingin datang. Dengan kondisi seperti itu, menjadi tunakarya ataupun tunawisma di AS dengan tunjangan dari pemerintah, jelas bukan sebuah kondisi yang lebih baik dari apa yang didapati orang Indonesia saat ini. Berita pada tempo.co pada tautan sebelumnya juga memberitakan bahwa pada tahun 2011, 48% warga AS hidup dalam kemiskinan. Bahkan, nationalhomeless.org memberitakan ada sekitar 16.2 juta anak yang kelaparan di AS pada tahun 2010.

Hal yang sangat sulit dicerna dari blog itu adalah, bagian ini:
Tapi kalau Indonesia menjadi negara bagian AS, maka nanti tidak ada lagi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) ke Malaysia, yang ada sebaliknya, yaitu TKM (Tenaga Kerja Malaysia) bekerja menjadi pembantu di tanah Nusantara ini. Sebabnya, nanti pendapatan perkapita kita akan sebesar Hawaii (49.000 dolar AS), sedangkan Malaysia (14.500 dolar AS). 
Ada yang bisa menjelaskan, bagaimana caranya meningkatkan pendapatan seluruh orang yang saat ini menjadi warga negara Indonesia dengan bergabung ke AS? Pendapatan perkapita memang dianggap sebagai pendapatan per orang per tahun. Tapi, apa dengan pendapatan perkapita yang tinggi berarti seluruh orang Indonesia saat ini yang menurut si-empunya-ide bakal menjadi warga negara AS akan menjadi tinggi juga? Sangat perlu dipertanyakan. Kalau ternyata pernyataan ini benar dan dapat dibuktikan oleh pembaca, dengan senang hati saya persilakan memberikan tanggapan agar dapat menjadi pengetahuan bersama, karena saya bukan orang yang mendalami ilmu ekonomi.

Kalimat lain yang perlu dikritisi adalah:
Banyak orang yang mengajukan pertanyaan, “apakah gerakan gAMERIKA merobohkan NKRI itu sebuah tindak subversif?”
Tentu saja hal ini BUKAN subversif. Dasarnya bisa kita ambil dari falsafah demokrasi bahwa “kedaulatan berada di tangan rakyat[1]”, maka berarti semua yang berhubungan dengan kebijakan negara ditentukan oleh kehendak rakyat. Keputusan rakyat adalah hukum tertinggi, seperti pada jaman dahulu waktu era republik Yunani kuno, dimana keputusan rakyat diambil dengan cara REFERENDUM, yaitu meminta pendapat dari seluruh rakyat. Jadi demokrasi pada prinsipnya adalah referendum.
 ([1] Tercantum juga dalam UUD  1945 pasal 1 ayat 2.)
Bung, sungguh anda perlu membaca UUD 1945 dan Pancasila kembali. UUD 1945 adalah penjabaran dari pembukaan UUD, dan pembukaan UUD itu sendiri merupakan nafas dari Pancasila. Jadi, silakan lihat bahwa dalam sila ke-4 negara kita, berbunyi seperti ini "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan". Jadi, kedaulatan berada di tangan rakyat yang anda nyatakan memiliki penalaran yang berbeda dengan apa yang seharusnya, sesuai dengan Pancasila.

ada pernyataan lagi mengenai referrendum:
Untuk mengembalikan hak-hak rakyat Nusantara, maka gAMERIKA bercita-cita mengadakan referendum bagi penentuan bentuk negara dengan 2 opsi, yaitu: “tetap menjadi NKRI atau bergabung dengan AS”. Jadi bila ada yang menuduh gAMERIKA itu subversif, maka itu tuduhan yang tidak benar. Sebaliknya, bisa dipastikan bahwa si penuduh itu adalah musuh rakyat karena anti demokrasi dan anti referendum.
pesan saya, baca lagi mengenai sistem demokrasi pancasila banyak-banyak, pak. Pahami juga bagaimana sistem pengambilan keputusan di Indonesia, bahwa referrendum yang identik dengan voting langsung bukan cara pengambilan keputusan yang utama. Kalau anda menyatakan bahwa orang yang menuduh gAMERIKA subversif adalah musuh rakyat, bagaimana dengan anda yang dengan jelas mengkampanyekan kalimat ini: "Bertujuan merobohkan NKRI"  pada laman blog anda? Tidakkah para pendiri negara ini tidak merasa anda memusuhi perjuangan beliau-beliau?

Anda tau makna subversif, kan? ini definisi yang saya dapat mengenai subversif:
Subversif merujuk kepada salah satu upaya pemberontakan dalam merobohkan struktur kekuasaan termasuk negara
Jadi, apa namanya kalimat "Bertujuan merobohkan NKRI" kalau bukan subversif? Apa istilah yang tepat untuk mengatakan bahwa buku yang anda jual di blog itu pun tidak subversif? Ada yang bisa menjelaskan? Hem, ditunggu penjelasannya.

Ada yang janggal pada kalimat-kalimat ini:
Kegiatan yang dilakukan saat ini baru DEKLARASI gAMERIKA dan pawai damai di sekitar Cipanas tanggal 15 Januari 2012. Sewaktu pawai, pihak Polres Cianjur sangat kooperatif, mereka memberi kami 2 box minuman aqua. DAMAI ITU INDAH !!!

Sambutan masyarakat juga antusias, karena demo biasanya hanya memperjuangkan kepentingan segolongan orang, tapi gAMERIKA berjuang untuk seluruh rakyat Indonesia agar dapat UMR Rp. 16.000.000,-. Sampai ada seorang Kapten nyeletuk, "Kalau Briptu Polisi saja bisa dapat gaji Rp. 48.000.000,- sebulan, bagaimana dengan saya?"
Apakah anda jujur bahwa kalimat itu benar keluar dari beliau? Apakah pihak Polres Cianjur itu benar memahami apa yang anda 'pawai' kan? Apakah anda juga memberikan pengetahuan berapa nilai 48 juta rupiah itu di amerika dan apakah itu cukup untuk sebulan? Saya yakin tidak.

Saya meyakini, bahwa yang diperlukan oleh bangsa Indonesia saat ini adalah jati diri, kita perlu memperbaiki sistem dengan mendidik manusia berakhlaq karimah, kita perlu contoh untuk diteladani dan diikuti, kita perlu pendidikan karakter untuk menjadikan manusia-manusia Indonesia menjadi generasi yang unggul: jujur, berintegritas, dan memiliki hati nurani yang hidup. Saya meyakini, bahwa yang salah bukanlah bentuk negaranya, tetapi sistem, hukum, dan penegakannya. Sadarilah, bahwa produk hukum saat ini di Indonesia, Amerika Serikat, atau negara lainnya adalah produk hukum yang didapat dari hasil pemikiran manusia yang tentunya memiliki kekurangan: tempat salah, tempat lupa, dan memiliki nafsu terhadap dunia. Hanya ada satu hukum yang benar secara mutlak tanpa terkecuali: hukum yang berasal dari Al-Khalik, Yang Maha Pencipta.

Jadi, kenapa bergabung dengan Amerika Serikat? Kalau memang seperti itu, yang menuntut murahnya harga BBM justru akan memilih bergabung dengan Venezuela yang meimiliki harga BBM termurah di dunia. Para pengusaha dan pekerja di bidang perminayak tentunya memilih bergabung dengan negara-negara Timur Tengah yang memiliki cadangan minyak lebih banyak dibanding Indonesia sehingga lebih mudah dalam eksplorasi dan eksploitasi. Orang-orang yang lelah bekerja 12 jam sehari dan 6 hari seminggu mungkin akan lebih memilih kerja di Belgia yang jumlah jam kerjanya jauh lebih sedikit dibanding negara lain karena penduduknya sudah tergolong 'makmur' secara harta dunia. Para pecinta sepakbola yang kecewa dengan kacaunya PSSI atau kurang bersinarnya prestasi sepakbola kita mungkin memilih berada di Brazil, Inggris, Itali, dan negara raksasa sepakbola lainnya. Hanya ada satu solusi, hidup nikmat tanpa beban hidup dan derita hanya ada di syurga. Jadi, kalau kita mau hidup enak, persiapkan lah amal baik dari sekarang dan mencari keridhoan-Nya agar kelak setelah mati dapat menempati syurga-Nya dalam kehidupan yang kekal.

pada profile penulis, orang yang mengaku sebagai penggagas ide gamerika ini menulis:
Jangan anggap gAMERIKA sebagai gerakan yang sok-sokan atau subversif. Gerakan ini murni untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Kami sudah lelah dengan pergantian pimpinan NKRI yang tak membuat perubahan yang lebih baik.
pembaca tulisan ini yang budiman, saya meyakini bahwa pembaca sangat cerdas untuk dapat mengambil kesimpulan dengan menjawab pertanyaan berikut: Apakah menjadi negara bagian AS adalah sebuah solusi untuk kebaikan?

Tuesday, May 8, 2012

Sunday, May 6, 2012

:'(

0

Aku berlindung kepada Allah dari butanya mata hati atas jalan kebenaran, tulinya telinga dalam mendengar kebaikan, dan tajamnya lisan yang merendahkan...
___________
selftalk

Monday, April 30, 2012

Surat Lamaran

0

Percakapan amat sangat tidak serius dilakoni oleh 2 perempuan, biar gampang.. kita sebut A dan B aja lah, ya
A: mau ngapain? kok buru-buru? (unsure)
B: mau ngirim surat lamaran.. (gym)
A: *motong kalimat si B* eh.. jatah lo dilamar, bukan ngelamar.. (rofl)
B: ---- (doh)

Saturday, April 28, 2012

Iri

0

beberapa kilo byte dari hati saya hari ini sesungguhnya diisi dengan rasa iri. Dan entah berapa mega byte telinga saya yang ikut merasa iri lalu menyampaikannya ke hati. Saya iri mendengar cerita teman-teman yang bersua dalam kajian di masjid ipb hari ini. Saya iri mendengar cerita teman-teman yang bertemu dalam sebuah pelatihan di ui hari ini. Dua kegiatan yang sedianya saya hadiri salah satunya hari ini, sebelum menerima kabar beberapa hari lalu bahwa saya ada kuliah dan praktikum.

Dengan sadar dan jujur, saya mengaku bahwa saya iri. Hingga zhuhur tadi, rasa iri itu makin menjadi-jadi. Iri yang bertemu dengan penat dan tekanan tumpukan kewajiban yang mendadak datang di akhir semester, membuahkan perasaan jenuh dan sangat ingin berganti suasana. Rasa jenuh itu kemudian bertindak pongah, mengetuk pintu hati dan seolah berkata "hilangkan aku!"

Sampai akhirnya, Allah menyadarkan saya betapa iri itu tak sepatutnya begitu mendera, dan kejenuhan tak layak menjadi teman saya hari ini. Saya memang berkali-kali gagal mengisi akhir pekan dengan kegiatan yang telah saya rencanakan, tapi bukan berarti saya harus merasa jenuh dengan apa yang saya jalani. Bukankah yang saya datangi hari ini (praktikum dan kuliah) juga bagian dari mencari ilmu? Saat saya merasa ada waktu penyegaran yang tersita, bukankah dosen saya juga mengorbankan waktu bersama keluarganya untuk kami para mahasiswa? Atau mungkin, bisa saja waktu untuk kuliah hari ini beliau gunakan untuk mengerjakan proyek yang bernilai buat beliau, tapi lihatlah.. beliau memilih mengisi waktu ini bersama kami, mahasiswa. Saat saya datang ke kelas dengan perasaan jenuh, saya membandingkan dengan apa yang dosen saya lakukan; beliau datang membawa makanan untuk dinikmati bersama kami di kelas. Beliau paham, ini adalah akhir pekan, jadi beliau tau bahwa kebahagiaan itu bisa dibagi dan ditularkan. Maka senyum satu-satu terlihat di wajah orang-orang sekitar saya, lalu menyudut di wajah saya, menggurat lengkungan senyum. Saya paham, rasa yang menyelusup lalu membuat senyuman itu bernama kebahagiaan. Bahagia ini bukan ditumbuhkan sepotong kue, tapi karena sebuah makan kebersamaan.

Kau tau, kawan? Saat beban yang kau emban ini terasa begitu berat sendirian, kadang memang tak dapat kau bagi. Tapi ibarat nyeri otot akibat konstraksi berkepanjangan tanpa relaksasi, ada balsam, minyak gosok, atau bahkan terapi air panas yang dapat merelaksasi otot kita agar beban yang dipikul ini terasa nyaman untuk diemban. Jadi, saat merasa kau tak tahan, jenuh, jengah, muak, atau apapun kau menyebutnya.. buat kebahagiaan di wajah orang sekitarmu, lalu jenuh yang tadi menyeruak itu perlahan atau sekaligus akan sirna.

Makin banyak detik yang Allah pinjamkan pada saya, dan semakin banyak juga pelajaran yang saya dapatkan kenapa agama Allah ini mengajarkan begitu banyak cara berbagi, melalui seorang uswah hasanah - Rasulullah Muhammad Shollallahu 'alaihi wa salam.